Selly Aprilyana

Perempuan penyuka laut sendja. Lahir dan dibesarkan di Tanjung Uban, Bintan, Kepulauan Riau pada 5 April 1983. Menamatkan studi S1 di Universitas Andalas, Padan...

Selengkapnya
Navigasi Web
Akasia Kita

Akasia Kita

Tantangan Menulis Hari ke-180

#tantangangurusiana365

----------------------------------

Pada teduhnya akasia

kita kerap bersandar melepas lelah

melepas jengah pada hari yang seringkali membuat kita resah

pada gelisah yang tak sudah.

Kita betah berlama-lama di sana

meski saat musim berbunga, rambut dan pakaian kita sering dipenuhi warna kuningnya

sesekali kita tertawa bahagia menikmati polah bunga

yang tiba-tiba masuk ke dalam mulut kita.

Hari ini, akasia itu sudah tak ada

bangku taman itu juga sudah tidak di tempatnya

tapi, mengapa jejakmu juga tak tampak bekasnya?

benarkah kau ditelan mobil-mobil raksasa yang melenyapkannya?

Aku rindu segalanya

Rindu tawamu yang dihiasi kuningnya bunga akasia

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

hemm....keren bun

16 Oct
Balas

terima kasih, Bu

17 Oct

Sungguh indah kata yang tercipta. Keren bun puisinya

16 Oct
Balas

makasih, Bun..

17 Oct



search

New Post