Akasia Kita
Tantangan Menulis Hari ke-180
#tantangangurusiana365
----------------------------------
Pada teduhnya akasia
kita kerap bersandar melepas lelah
melepas jengah pada hari yang seringkali membuat kita resah
pada gelisah yang tak sudah.
Kita betah berlama-lama di sana
meski saat musim berbunga, rambut dan pakaian kita sering dipenuhi warna kuningnya
sesekali kita tertawa bahagia menikmati polah bunga
yang tiba-tiba masuk ke dalam mulut kita.
Hari ini, akasia itu sudah tak ada
bangku taman itu juga sudah tidak di tempatnya
tapi, mengapa jejakmu juga tak tampak bekasnya?
benarkah kau ditelan mobil-mobil raksasa yang melenyapkannya?
Aku rindu segalanya
Rindu tawamu yang dihiasi kuningnya bunga akasia
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
hemm....keren bun
terima kasih, Bu
Sungguh indah kata yang tercipta. Keren bun puisinya
makasih, Bun..