PANTUN UNTUK PEMBOHONG
Menjelajah ke negeri Hongkong
Pelabuhan laut dalam alami
Menjauhlah kau wahai pembohong
Jangan perlihatkan batang hidungmu lagi
#
Udang laut menari-nari
Pulau airnya terlihat bersih
Berulang kesempatan telah diberi
Kau abai tak berterima kasih
#
Manggis tumbuh berjajar sama tinggi
Kelapa di sebelahnya juga menjulang
Habis sabar tersimpan di hati
Tiada maaf untuk pecundang
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Cakeeep pantunnya, Bunda. Salam literasi
Terima kasih Bpk, salam literasi
Mantul..kereen bun
Terima kasih Bu, salam literasi
Terima kasih Bu, salam literasi
Terima kasih Bu, salam literasi
Terima kasih Bu, salam literasi
Terima kasih Bu, salam literasi
Terima kasih Bu, salam literasi
Semoga kita tak termasuk pembohong ya ibu Sasrianti. Baarakallaahu fiik
Iya Pak Bambang, semoga kita tidak termasuk pembohong dan jauh dari pembohong. Salam literasi ya Pak.
Iya Pak Bambang, semoga kita tidak termasuk pembohong dan jauh dari pembohong. Salam literasi ya Pak.
Iya Pak Bambang, semoga kita tidak termasuk pembohong dan jauh dari pembohong. Salam literasi ya Pak.
Iya Pak Bambang, semoga kita tidak termasuk pembohong dan jauh dari pembohong. Salam literasi ya Pak.
Pantun yang keren sas..salut untuk dinda
Terima kasih uni, lebih salut utk uni yg konsisten dlm menulis