Copid-19 Meningkat Sekolah Tatap Muka Batal Perlu Qunut Nazilah
Kebijakan belajar di rumah sejak adanya pandemic copid-19 telah dimulai sejak bulan Maret 2020. Artinya waktu sudah sekitar 10 bulan lebih. Nikmat belajar bersama guru di sekolah mulai terasa bahkan sebagian orang tua/wali murid sudah mulai bertekuk lutut menyerah tanpa syarat sebagi guru kedua bagi anak-anakknya di rumah. Wajar kalau guru mulai prihatin dengan perkembangan anak-anaknya di rumah. Sehingga jalan yang mereka tempuh adalah mengusulkan ke sekolah agar sekolah segera dibuka, bahkan ada yang sampai ke perwakilan Rakyat (DPR) untuk menyampaikan aspirasinya.
Dengan berbagai masukan ke DPR dan pemerintah khususnya menteri Pendidikan, maka sebelum libur semester telah ada sinyal kuat aka nada kebijakan baru mengenai pembukaan sekolah. Sekolah sudah mulai berbenah dalam menyambut sekolah tatap muka kembali. Bahkan waktu sudah diancang-ancang awal januari. Siswa dan orang tua cukup lega dengan berita ini.
Libur semester satu sisa dua hari. Tanda-tanda sekolah dibuka belum ada bahkan melalui berita dibeberapa daerah justru di lockdown kembali akibat penyebaran coipd-19 yang justru semakin banyak. Dibeberapa daerah kembali masuk zona merah. Walaupun belaum ada keputusan resmi pemerintah pusat tetapi berita ini adalah sinyal kuat bahwa Sekolah tatap muka batal lagi untuk awal januari.
Sekolah dan praktisi pendidikan diuji untuk kali kedua. Ini adalah Tantangan yang harus dijawab oleh praktisi pendidikan. Di sini dituntut Kreatifitas pengelola pendidikan di Sekolah karena sampai hari ini belum ada Formula yang dianggap paling cocok dengan kondisi seperti ini khususnya di Jenjang sekolah Dasar. Hal ini karena banyak variable yang mempengaruhinya.Misalnya kemampuan orang tua, jaringan listrik dan telepon dan sebaginya. Sebagai insan Religius satu hal yang harus kita perbanyak adalah berdoa kepada Allah Swt kalau perlu adakan qunut Nazila secara Nasional untuk meminta kepada Allah Swt agar penyakit ini segera diangkat .
#Tantangan Menulis 365 hari
#Tantangan menulis hari ke 108
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Semoga Allah mengangkat semua penyakit ini, sehingga kita bisa bersekolah kembali
amin terimah kasih