Sulthon Samudra

Halo, aku Samudra! Aku menulis cerita, menggambar komik, dan lagi belajar Sastra Inggris di Universitas Jember! Baca artikelku di gurusiana, mungkin akan mengy...

Selengkapnya
Navigasi Web
Perundung, Dirundung, dan Keparat Pengadu

Perundung, Dirundung, dan Keparat Pengadu

Peka dan peduli terhadap sesama guru yang mendapatkan perlakuan tidak adil itu bagus, artinya kalian para guru memiliki solidaritas dan empati terhadap sesama manusia. Saya mahasiswa, dan saya adalah manusia yang berhasil maintain psikis saya dari kegilaan dan depresi setelah mendapatkan perlakuan perundungan waktu SD, SMP, dan SMA. "Kenapa tidak melapor?" Pertanyaan seperti itu sudah membuat telinga saya muak. Lapor, katanya? "Bu, saya dijahili, dinakali, dirundung, (istilah bullying di daerah kalian terserah diisi apa) tolong awasi saya ya, bu. Uang jajan saya yang ini buat naik becak soalnya." Tahu jawaban guru SD saya waktu itu? Nama guru yang saya mintai tolong waktu itu A, nama belakangnya saya lupa. Dia guru agama, seingat saya umurnya waktu itu 42 tahun. "Kamu kan laki-laki, tinggi besar, masa sih, ada anak yang mau nakal ke kamu? Kalo kamu laki-laki ya lawan dong." Saya waktu itu benar-benar marah sama guru satu ini. Tidak semua guru seperti itu, saya mencintai beberapa guru saya hingga saat ini, dan beberapa dosen baik yang sayang dengan saya. Tapi guru ini bisa dibilang kurang ajar. Kok bisa? Karena saya turuti petunjuk dia untuk melawan, saya hajar 4 anak sekaligus. Waktu itu saya kelas 3 SD, tinggi saya sudah 150 cm dengan berat 47 kg. Saya membuat 2 anak kelas 3 menangis dan anak kelas 5 (abang mereka) babak belur. Saya melawan ketidak-adilan yang saya alami. Tahu apa yang saya dapat waktu ditanyai di kantor, hm? Bu A, si kurang ajar itu bilang begini: "KAMU KALO SEKOLAH YANG BENER! JANGAN BIKIN ULAH! LIHAT INI! KAMU BERKELAHI SAMPAI MEREKA SEMUA BABAK BELUR! KALO DIBAWA KE KANTOR POLISI GIMANA?! HAH?! MAU KAMU DIPENJARA?" Dan blablablablabla bullshit lainnya yang nggak saya dengerin. Lalu dia bilang begini: "Kalian pukul Rizky (nama kecil saya) sekali, lalu maaf-maafan dan kembali ke kelas." Aku mengutuk, benar-benar mengutuk dalam hati. Dia tidak menyelesaikan masalah! Dia memperburuk masalah! Ketika mereka, para perundung itu keluar kantor guru, saya diseret ke toilet dan dikeroyok di bagian badan. Hal ini berlanjut sampai saya kelas 6. Saya sudah berkali-kali melawan, karena sabar ada batasnya, bos. Dan saya diancam oleh guru dengan kalimat begini: "Kamu kalau berkelahi lagi, saya panggil orang tuamu dan saya akan mengeluarkan kamu." Siapa yang bilang demikian? Bu A, bersama kepala sekolah di sampingnya, berlokasi di ruang kepala sekolah. Saya bisa apa? Saya cuma bisa diam, tiap pagi berusaha pura-pura tidur supaya tidak pergi ke sekolah. Pura-pura sakit biar bisa absen, tidur di bawah kasur sampai dikira hilang. *** SMP kukira sudah selesai, karena saya satu SMP sama mama saya Yuli Feri yang seorang guru. Sialnya, saya berada di SMP yang sama dengan para perundung keparat itu. And boom! Uang jajan saya selalu berada di kaos kaki, saya meletakkan uang 2 ribu di saku saya supaya bisa mereka ambil dan puas dengan cuma 2 ribu rupiah. Sisa 5 ribunya yang di kaos kaki tidak akan mereka cari, kecuali kalau mereka tidak menemukan uang di saku saya. 5 ribu itu saya tabung untuk beli ponsel android pertama saya waktu kelas 9, tapi itu beda cerita. Saya sedang cerita kisah saya, bukan ponsel saya. Melapor? Mana berani. Ibu saya seorang guru, apa yang terjadi kalau anaknya berkelahi dengan 4 orang sesamanya? Yap, itu adalah tindakan mengotori wajah ibu saya dengan taik. (Itu yang saya pikirkan ketika masih kelas 7-9) Saya melewati SMP sama seperti SD saya, jadi saya skip ceritanya. SMA, kalian para guru pasti mengira SMA adalah asik-asiknya jadi anak muda. Pacaran, festival, karnaval, fasilitas kreatif, guru bersahabat, hal-hal menyenangkan lainnya. Well, saya ini cucu dari seseorang yang terkenal di daerahku dengan dagangannya yang legendaris. Saya mengalami kehidupan yang menyenangkan selama satu semester di kelas 10, tidak berapa lama saya pacaran dengan L.W.Z. Semester 2, kelas 11, saya difitnah parah. Kalian gak perlu tahu fitnahnya seperti apa, yang jelas saya ingat semua keparat yang membuat fitnah itu dan sekarang tanggal 27 Februari 2020. Itu berarti sekitar 2 hari lalu, saya pulang dalam keadaan hujan. Saya bawa lakban di jok sepeda motor saya, dan kemarin ayah membelikan helm baru model teropong, yang mirip di MotoGP. Jelas sekali kegunaan keduanya. Kembali lagi waktu saya SMA. Pacar saya, L.W.Z. waktu itu anak yang ayahnya adalah orang sepuh, terhormat lah istilahnya. Gak ada yang berani berulah sama dia. Saya laki-laki, dan saya berlindung di belakang pacar saya hingga akhir SMA lalu putus. Inti dari cerita saya ini apa? Lihat dan baca ini baik-baik, saya gak peduli kalian guru dari daerah mana, aktivis atau bukan, penulis atau bukan.. Ketika kalian melihat ada anak lesu, penyendiri, tidak punya teman. Ada indikasi dia dirundung, dan sebayanya tidak ingin terlibat agar aman. Awasi dan lindungi dia, hajar orang tuanya bila perlu. Sayang sekali jika menghajar orang tua kalian bisa dipenjara, saya harap KPAI segera mengurusi yang seperti ini daripada ngurusin kolam renang bisa bikin hamil. Sudah bikin Indonesia terlihat bodoh, bikin malu di mata internasional, beasiswa bulutangkis dibilang exploitasi, saya jadi kesel. Apa efek perundungan pada korban? Sebagai korban selamat dari depresi, saya akan beritahu. 1. Tidak memiliki empati. 2. Apatis 3. Arogan 4. Egois 5. Licik 6. Picik 7. Curang 8. Tidak segan-segan 9. Manipulatif 10. Pandai berbohong 11. Pandai mengadu-domba 12. Merasa semua orang tidak bisa dipercaya 13. Insecure 14. Melihat orang lain tidak lebih seperti perundung waktu dia mengalaminya 15. Tidak percaya diri 16. Jika percaya diri, terlalu berlebihan 17. Tidak suka senyum dan selalu muram 18. Jika sering tersenyum dan melawak, terlalu berlebihan hingga terdengar seperti dia sedang menangis saat tertawa. 19. Jika didekati orang lain, dia akan menghindar. 20. Jika dia tidak masalah didekati orang lain, dia akan menganggap orang yang mendekatinya adalah orang yang istilahnya cuma datang waktu perlu, alias teman palsu. 21. Mudah benci 22. Jika tidak mudah benci, dia netral. 23. Jika tidak mudah benci tapi tidak netral, dia menyukai hanya untuk menggunakan 24. Tidak suka mendengar orang bicara padanya 25. Jika suka mendengar orang bicara padanya, dia akan menjadi pendengar yang baik. 26. Depresi, memiliki keinginan untuk bunuh diri yang tinggi 27. Jika tidak depresi dan memiliki suicidal-thinking, dia akan tertawa sangat keras seperti kesakitan / menangis 28. Sering melamun dan berhalusinasi. 29. Jika tidak sering melamun dan berhalusinasi, dia akan sangat fokus pada pekerjaannya hingga lupa makan, tidur, minum, kencing, bab, ibadah, mungkin ada waktunya dia akan lupa berkedip. 30. Sangat kasar (tutur kata, perilaku) sebagai bentuk benteng pertahanan diri. 31. Jika tidak kasar, dia memiliki persiapan baku hantam 32. Jika tidak kasar dan tidak siap baku hantam, dia kan lembut seperti keluarga / kekasih / orang tua 33. Jika memiliki sahabat terpercaya, dia akan rela melakukan apapun untuk sahabatnya 34. Jika sahabatnya terluka, dirundung, atau diganggu, dia tidak segan menghajar si pengganggu bahkan jika harus pergi ke kosan / rumah si pengganggu dan bertarung 1 vs satu keluarga. 35. Kurang mencintai diri sendiri (jarang makan, jarang minum, jarang mandi, jarang skinkeran, jarang bab, jarang kencing, jarang kerjakan tugas) 36. Jika mencintai diri sendiri, terlalu berlebihan hingga tahap narsistik akut. Selama ini, itu yang saya ketahui. Dan kalian para guru, selain insiden teman kalian yang dibotakin, tolong urus insiden adek-adek saya setelah ini. Jangan berlagak seolah nggak tahu, karena adek-adek saya pun kirim chat ke saya isinya semua curhatan. Terimakasih.
DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Insyaallah.. sy akan selalu melawan perundungan untuk anak-anak didik saya.. karena sy paling benci. Apalagi pengeroyokan.. itu tindakan pecundang.. semoga Mas Sulthom bisa sembuh dari rasa trauma yang begitu besar ini.. Aamiiin

27 Feb
Balas

Maafkan emak yang gak gak bisa menjaga mu

27 Feb
Balas



search

New Post