Safinah Azmir

Guru Matematika MTsN 3 Kota Padang...

Selengkapnya
Navigasi Web
PENIPUAN ONLINE

PENIPUAN ONLINE

Semenjak adanya covid-19, Syerly pergi ngantor dalam 1 minggu hanya 3 kali. Hari ini jadwal WFH. Setelah selesai pekerjaan rumah, Syerly telah duduk di meja kerjanya. Ada beberapa laporan yang akan dibuat untuk beberapa hari ini. Baru membuka laptopnya, tiba-tiba terdengar panggilan masuk.

Nomor yang masuk tidak ada nama penelponnya. Syerli langsung terima panggilan dihpnya, mana tahu ada orang yang tertarik dengan mobilnya yang akan dijual. Karena beberapa hari yang lalu Syerly mengiklannya mobilnya yang mau dijual.

Terdengar suara yang akrab dari seberang.

“ Assalamu’alaikum Buk”, suaranya khas orang Medan.

“Apa kabar Buk Syerly?”, lagi santai ya katanya. Syerly mengingat-ngingat suara yang masuk. Sepertinya akrab sekali menyebut namanya. Suara khas dari salah satu temannya sewaktu di SMA. “Siapa ya?”, kata Syerly.

“Alah si Ibuk nih udah lupa ya dengan suaraku?”, katanya. Syerly langsung ingat temannya yang di Medan.

“Ini Edy ya, kok beda nomor telponnya? ganti nomor hpnya?”, kata Syerly. Dulu Edy juga ganti nomor Hp dan minta digabungkan ke group alumni. Dari penjelasan Edy, nomor yang lama nggak dipakai lagi. Nomor khusus wa pakai tablet tinggal di rumah katanya”.

“Lagi dimana tuh kok kedengaran heboh sekali?”, tanya Syerly. Edy menjelaskan Dia lagi di kantor KPK Medan, ikut lelang barang. Barang-barang elektronik yang terdiri dari :

1. Apple Iphone 8plus ram 256GB

2. Laptop Acer Cor’e5

3. Camera Canon 5D

Barang elektronik ini harga masing-masingnya Rp 2.500.000,-. Mendengar itu Syerly langsung aja ngomong”, Benar harganya tuh?”. Coba liat-liat ya, mana tahu aku juga beli”,kata Syerly.

“Tutup dulu ya kata Edy!. Aku cek dulu barangnya. Apakah pesananku semuanya sudah ready. Nanti bantuin ya”.

“Oke silahkan lanjutkan”, kata Syerli dan menutup pembicaraan mereka.

Syerli curiga apakah yang bicara dengannya ini Edy yang dikenalnya. Syerly mencari nomor Edy dan mengontaknya. Benar nomor yang ada pada Syerly tidak bisa dihubungi. Bearti memang benar Edy sudah ganti nomor.

Tidak beberapa menit, masuk lagi panggilan dari Edy.

“Buk, begini aku lagi ikut lelangkan”, kata Edy. Syerly langsung potong pembicaraan Edy. Pasti Edy minta Syerli untuk membeli barang-barang ini. “Aku nggak beli Edy, aku nggak punya uang”, kata Syerly.

“ Ibuk nggak usah ikut membelinya. Barang ini sudah aku pesan, Ibu cukup bantu pura-pura menjadi pemenang lelang.”, kata Edy.

Barang-barang ini akan Aku jual Rp 3.500.000 per unit. Ko Acong yang biasa transaksi denganku, minta harganya Rp 3.000.000,- per unit.

“Aku bilang ke Ko Acong, pemenang lelang kali ini bukan Aku”. Makanya Aku kasih nomor Hp Ibu ke Ko Acong ”, kata Edi. Kalau sukses transaksi ini. nanti keuntungannya kita bagi dua.

Syerly tidak memikirkan akan dapat bagian dari penjualan lelang, tapi sekedar membantu teman kenapa tidak? Hanya mengaku sebagai pemenang lelang, makanya Syerli menyanggupinya.

“Okelah Aku bantu”, kata Syerly.

“Ibu sebagai pemenang lelang nanti pas ko Acong telpon, sampaikan harganya per unit Rp 3.800.000,-. Kalau Dia minta harga dikurangi, harga pasnya Rp 3.500.000,- “, Edi menjelaskan apa yang akan Syerly jawab nantinya Ketika ko Acong menelponnya.

Terjadilah transaksi, Ko Acong menyanggupi harga per unit Rp 3.500.000,_Pembayaran pertama bayar DP 50% dari harga pembelian. DP ini harus ditransfer ke nomor Bendahara Leleng. Sisa pembayaran ditransfer setelah dapat surat jalan dari pihak lelang.

Ko Acong mengirimkan pesan lewat sms barang-barang yang akan dibelinya:

1. Apple Iphone 8plus ram 256GB = 20 unit

2. Laptop Acer Cor’e5 = 15 unit

3. Camera Canon 5D = 15 unit

Ko Acong menelpon Syerly, memastikan barang-barang yang dimintanya apakah ready digudang. Setelah semuanya oke, Ko Acong menyampaikan ada anak buahnya 2 orang telah menunggu di depan Gudang. Namanya Budi dan Fitri, mereka memakai mobil kijang putih. Ko Acong minta, supaya anak buahnya dibolehkan masuk Gudang untuk mencek pesanannya.

Syerly, telpon Edy bahwa anak buahnya Ko Acong telah menunggu di luar Gudang. Setelah dicek barang sudah oke. Edy menelpon Syerly lagi, minta kabari ke Ko Acong untuk mentransfer uang Dp 50 % dari harga semuanya. Ko Acong menjelaskan DP 50% sejumlah Rp 85.000.000,- segera akan ditransfer ke nomor bendahara lelang. Tidak lama masuk pesan di gawai Syerly. Bukti pembayaran DP 50%. Bukti transfer Syerly kirimkan kepada bendahara lelang.

Tidak lama masuk telpon Ko Acong. Dia menyampaikan senang dengan kerja Syerly dalam bertransaksi. “Ditunggu surat jalan dari bendahara lelang ya Bu, setelah itu baru sisa pembayaran sebesar Rp 90.000.000,- akan saya transfer ke rekening Ibu”, kata Ko Acong.

Tunggu 15 menit dalam pembuatan surat jalannya ya Ko, barang-barang pesanannya sudah dinaikkan ke mobil", kata Syerly. Pas 15 menit, Ko Acong, telpon lagi . Dia menyampaikan anak buahnya sudah bosan menunggu, kenapa surat jalannya belum juga keluar. Mobil mereka belum bisa jalan, karena surat jalan belum juga diberikan.

Syerly telpon Edy kenapa lama sekali, Ko Acongnya sudah marah-marah. Edy sampaikan ada kesalahan hitung dengan bendahara. Katanya kurang uangnya sekitar Rp 40.000.000,-. Kok bisa? Aku hanya ada uang Rp 20.000.000,- tolong pakai uang Ibu Rp 20.000.000,- ya Bu”, kata Edy.

‘Apa?, Aku nggak punya uang. Tadi kan sudah Aku bilang nggak punya uang. Kamu tadi minta tolong untuk mengaku sebagai pemenang lelang aja, trus kenapa sekarang kamu minjam uang Aku?”, kata Syerly dengan kesalnya.

“ Ya separoh kita Bu, bantulah kalau tidak berapa uang Ibu ada di Bank?”, kata Edy. Aku tidak ada uang!”. Di tanbungan Aku hanya ada uang Rp 4.000.000,-.

“Itu aja tranfer ke bendahara lelang Bu! Nanti yang Rp 16.000.000,- teman Aku yang transfer”, kata Edy.

“Jangan macam-macam Kamu Edy, kamu minta tolong kenapa uang Aku yang dipinjam?”, Serly sudah mulai marah.

Ko Acong sudah mulai telpon-telpon Bu Syerly. Syerly mulai panik. Edy sudah nggak benar nih. Menjerumuskannya kedalam persoalannya. Karena tidak angkat telpon Ko Acong, kirim sms. Kenapa nggak Ibuk angkat telpon saya. Kalau tidak Ibu selesaikan Ibuk saya lapor ke polisi.

Syerly ketakutan. Dia telpon suaminya, menceritkan kejadian dari awal. Suaminya bilang, jangan kirimkan uang. Ini sudah jelas penipuan. Baru Syerly sadar. Astaqfirullah. Syerli mulai sadar . Edi bilang kurang uang 40 juta, terus boleh kirim 20 jt . Kita fifty-fifty 10 juta. Akhirnya dia bilang 4 juta juga boleh sesuai dengan uang yang ada ditabungannya.

Syerly baru ingat, tadi Edy minta untuk stanbay di ATM. Untuk mentransfer ke Dia sisia pembayaran yang akan di kirim Ko Acong. Ini memang penipuan. Edy bukanlah temannya Setelah suami Syerly sampai di rumah, di telponlah Edy Kembali.

Suami Syerly langsung tanya,Ini Edy mana?”. Edy yang mana?”, kata suami Serly dengan suara yang lantang. Edy tidak menjawab, langsung dimatikan Hpnya oleh Edy.

Alhamdulillah. Allah melindungi Syerly dari penipuan online. Syerly beristiqfar mohon ampunan Allah, mengaku sebagai pemenag lelang suatu perbuatan tidak benar. Berbohong suatu perbuatan tercela, walaupun tujuannya untuk membantu orang lain. Pelajaran berharga buat Syerly.

*** (SA. 04112020). #T.365#H-296#

Cerita di atas kejadian nyata. Hati-hati sekarang banyak skenario yang dimainkan oleh para penipu menggunakan seluler.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

hondeeh.. lai ndak kanai hipnotis lewat suara ji.? hati2..

06 Nov
Balas

Yo tuh mah dihipnotisnyo.. alhamdulillah lai dilindungi Allah swt.

06 Nov

Alhamdulillah. Masih aada pertolongan dari Allah ya ni. Mantap ni

06 Nov
Balas

maksih na kunjungannya. Barakallahu fiik

06 Nov

Semoga kita semua dilindungi dari segala bentuk tipu daya ya bun. Aamiin..

06 Nov
Balas

Aamiin ya Robb. Makasih sayang telah berkunjung. Sehat dan sukses selalu

06 Nov

Keren ceritanya unsay...mantap..SMG tidak terjadi dengan kita

05 Nov
Balas

Aamiin. Maksih adiak hebat. Sehat dan sukses selalu diak

06 Nov

Kalau ada telpon tentang pengiriman keuangan yang mulai berbelit-belit, itu sdh pasti penipuan, langsung tolak atau matikan telpon, kami sudah sering melayani seperti itu, bahkan tengah maslam buta, dengan menangis berbagai alasan bu HJ. Kita harus selalu waspada, mantap bun, salam sukses selalu

06 Nov
Balas

Benar bun...Makasih bun..sudah memberikan kisah yang sama dengan cerita Syerly. Sehat dan sukses selalu ya Bun. Barakallahu fiik

06 Nov

Alhamdulillah semoga Allah lindungi kita. Terima kasih bu sdh berbagi pengalaman.

06 Nov
Balas

Aamiin. Makasih kembali bun..sekat dan sukses selalu ya bun

06 Nov



search

New Post