FILOSOFI BANGJO
FILOSOFI BANGJO
#Menulis Hari ke-11
#Media Guru Indonesia
#Gurusiana
Sering kita melewati lampu merah di sepanjang perjalanan. Lampu merah terdiri dari tiga warna yaitu : merah, kuning dan hijau. Lampu merah tanda kita harus berhenti, Lampu kuning tanda kita harus berhati-hati, sedangkan lampu hijau kita harus berjalan. Ada berbagai ekspresi tentang keberadaan lampu merah, kadang dinanti, kadang dibenci. Apabila kita berkesempatan jalan-jalan ke kota Solo, Jawa Tengah, akan kita jumpai sepanjang jalan deretan lampu merah. Lampu merah di Solo dan sekitarnya disebut BANGJO. Kondisi kendaraan jaman sekarang yang semakin banyak(tidak sebanding antara panjang jalan dengan jumlah kendaraan bermotor), lampu merah akan semakin menyebabkan kemacetan yang panjang. Terkadang belum sempat menikmati lampu hijau, sudah terkena lampu merah waktu selanjutnya.
Dengan segala lika-liku keberadaan BANGJO yang ada, kita sangat terbantu. Pernah suatu waktu lampu BANGJO,karena mati listrik, maka terjadilah kekacauan antar pengendara. Rasa takut yang berlebih tatkala kita berkendara, ada kendaraan lain arah juga berjalan ke arah kita. Kekhawatiran terjadi kecelakaan sangat tinggi. Lain halnya apabila BANGJO aktif. Kita merasa terlindungi dari kendaraan yang berlawanan arah maupun berbeda arah.
Terdapat pelajaran yang bisa kita petik tentang keberadaan BANGJO. Terkadang kita disuruh berhenti pada suatu keadaan, Maka sebaiknya kita berhenti jangan sampai ngeyel. Kondisi yang bagaimanakah ? Kondisi yang memaksa kita tidak melakukan apapun yaitu semua yang diharamkan oleh agama. Apabila Allah.SWT sudah melarang atau mengharamkan terhadap suatu hal, kita sebagai makhluk harus mengikuti, kita boleh menawar. Selanjutnya pelajaran yang bisa kita petik dari keberadaan lampu kuning, kita diharapkan berhati-hati. Berhati-hati terhadap sesuatu hal yang hukumnya sunnah. Sedangkan lampu hijau, kita diperbolehkan melakukan suatu hal karena bersifat Wajib. Harus dilakukan, kalau tidak dilakukan maka akan berdosa. Seperti halnya lampu hijau, yang mengharuskan kita berjalan, apabila lampu hijau sudah menyala dan kita tidak berjalan malah akan membahayakan diri dan sesama pengguna jalan.
Demikianlah filosofi BANGJO atau lampu merah.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Mantap ulasannya bu. Sukses selalu. Salam kenal
Terima kasih Pak, sudah mampir ..salam lierasi Pak, ijin follow ya Pak...
Bangjo keren
Terima kasih Bun, sudah mampir, salam literasi
yups bango nya keren...
hehehee, ditambah rintik hujan, bangjo-nya jadi syahdu Pak...Salam literasi Pak
Bangjo abang ijo ya buu... Kereen... Salam sukses selalu
Iya mbak dwi....abang ijo...salam literasi...