Anak Muda dan Anak Anjing
Ia meminggirkan motor. Lalu bergegas memasuki bangunan kecil di pinggir jalan. Bangunannya mirip sebuah dangau. Sesekali ia menarik napas panjang. Air mukanya menggambarkan kekesalan. Hujan membuatnya mengutuki hari.
Curah hujan semakin deras. Sambil mengunyah roti, bibirnya tak henti bergumam. Matanya menelusuri setiap bagian bangunan itu. Rupanya dia tak sendiri di situ. Persis di pojok kiri dia duduk, tampak sesosok makhluk sedang menggigil.
Demi melihatnya, makhluk kecil itu menyalak. Lidahnya menjulur. Matanya kuyu menanti belas kasihan. Badannya terhuyung ketika botol kaleng bekas minuman menimpuk kepalanya. Serdawa pun nyaring terdengar seiring curah hujan yang menipis. Si makhluk kecil menatap miris langkah anak muda itu.***
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Twist yang keren banget. Salam literasi
Terima kasih, Bu. Salam kembali.