Ibu Mertua
Aku tak bisa membantah lagi. Amanah bapak sebelum beliau wafat, aku harus menikahi Inayah. Putri Ustadzah Aminah. Ibu juga mendukung, karena Ustadzah Aminah adalah guru ngajinya. Kata Bapak yang diamini ibuku, walau hanya lulusan pesantren, Inayah gadis yang baik, terjaga, akhlaknya bagus, kalau aku menikah dengannya, hidupku akan tentram.
Aku pernah bertemu, empat tahun lalu, Inayah kelas 3 MTs, dan aku baru kuliah semester satu. Bukan tidak cantik, senyumnya juga manis, tetapi aku lagi semangat bersaing dengan Alfa, anak jurusan tehnik, untuk mendapatkan perhatian Wulan. Walaupun orang tua Wulan sepertinya lebih respon anak tehnik itu untuk dipilih sebagai menantu dibanding anak peternakan sepertiku.
Dua hari sudah aku resmi menjadi suami Inayah. Anak sulung Ustadzah Aminah ini manut saja, ketika ibundanya meminta untuk mau kunikahi. Mungkin dengan dinikahkan, akan mengurangi bebannya sebagai orangtua single, apalagi tiga adiknya masih butuh biaya besar. Aku masih setengah hati, tetapi kenyakinanku bahwa doa ibu sangat mustajab, mengiringku untuk menerima perjodohan ini. Aku dan Inayah dipanggil masuk ke kamar ibu mertuaku. Beberapa nasihat diberikan agar kami bisa membangun mahligai rumah tangga. Kemudian beliau mengambil satu buku tabungan, “Fauzi, tabungan ini, Ibu isi sejak Inayah lahir, untuk persiapan biaya pendidikan. Tetapi Ibu kira, kamu bisa mendidiknya langsung, jadi tabungan ini bisa kalian gunakan untuk modal usaha sesuai kecakapanmu.” Buku tabungan itu berpindah tangan, ketika kubuka, saldo tertulis Rp. 50.000.000,00
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Keren Bunda. Salam literasi, sukses selalu.
Menarik ceritanya bu
Matursuwun Bunda, sukses Buat Bunda.
Menarik di baca.. followback.ya
Matursuwun Pak. Salam sukses untuk Bapak.