GUNUNG TIDAR SANG PAKU PULAU JAWA
Tantangan Hari ke 46
#tantanganGurusiana
GUNUNG TIDAR : SANG PAKU PULAU JAWA
Tidar de Spijker van Java
"Magelang terletak di tengah-tengah cincin gunung-gunung itu, dimana "Tidar" adalah gundukan cembung yang -menurut hikayat - seperti paku yang menancapkan pulau Jawa di bumi."
- MAGELANG MIDDELPUNT DEN TUIN VAN JAVA – Magelang sebagai tamannya Pulau Jawa dalam buku De Bergstad van Midden-Java Middelpunt van de Tuin van Java yang diterbitkan pada masa kepemimpinan Burgesmeester atau Wali Kota Stadgemeente Magelang, Ir Nessel van Lissa (1936) Magelang berada di wilayah pegunungan dan terletak di lembah Gunung Tidar yang indah dan menyenangkan.
Gunung Tidar merupakan salah satu tempat wisata yang ada di kota Magelang. Gunung ini unik karena lokasinya berada di tengah-tengah kota. Gunung Tidar memiliki tinggi sekitar 503 meter mdpl. Walau tidak tinggi, namun suasana di gunung ini terasa sangat alami. Area gunung banyak ditumbuhi pohon-pohon pinus serta pohon salak. Ada juga beberapa pohon beringin besar yang usianya pastilah sudah sangat tua.
Nama Tidar berasal dari gabungan kata Mati dan Modar. Hal ini merujuk pada sisi mistis Gunung Tidar yang sangat luar biasa, sehingga kalau ada yang berkunjung ke gunung ini kalau tidak mati ya modar. Masyarakat Jawa sangat meyakini bahwa Gunung Tidar adalah paku bumi yang menyeimbangkan Pulau Jawa.
Allah menjadikan gunung-gunung yang mengokohkan bumi agar ia tidak goncang dan miring. Seperti dijelaskan dalam Quran Surat An-Nahl Ayat 15 :
وَأَلْقَىٰ فِى ٱلْأَرْضِ رَوَٰسِىَ أَن تَمِيدَ بِكُمْ وَأَنْهَٰرًا وَسُبُلًا لَّعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk (Quran Surat An-Nahl Ayat 15 ).
Gunung Tidar, dianggap ‘ Pakuning pulau Jawa', terletak ditengah-tengah pulau Jawa, Konon, dahulu Pulau Jawa berbentuk menyerupai perahu yang bergejolak dan dapat sewaktu-waktu terbawa arus laut. Pulau Jawa awalnya dihuni oleh berbagai jenis jin yang sangat kuat yang pusat kerajaannya berada di Gunung Tidar. Punduduk Pulau Jawa saat itu dikenal sangat sakti, memiliki ilmu kanuragan yang tinggi karena bersekutu dengan bangsa jin.
Suatu ketika datang utusan berilmu tinggi dari daratan Persia yang bermaksud mensucikan Pulau Jawa dengan menyebarkan agama Islam, utusan tersebut bernama Syekh Subakir. Syekh Subakir terlebih dahulu menancapkan sebuah tombak raksasa di Gunung Tidar untuk menyeimbangkan Pulau Jawa sekaligus mengusir jin-jin yang terlanjur berkuasa menyesatkan manusia.Tombak berhasil tertancapkan, bangsa jin yang terusir dan melarikan diri ke wilayah utara serta selatan Pulau Jawa.
Sabdo Palon yang mengasuh Pulau Jawa kemudian menampakkan diri dan menantang bertarung Syekh Subakir. Perkelahian berlangsung seri, Syekh Subakir menjelaskan maksud kedatangannya. Sabdo Palon memahami dan memberikan ijin atas niat yang akan dilakukan oleh Syekh Subakir.
Saat ini Gunung Tidar memilki banyak fungsi. Salah satunya adalah fungsi konservasi. Ada beberapa pohon langka yang bisa ditanamkan di Gunung Tidar sehingga menambah keanekaragaman hayati di Gunung Tidar. Di antaranya, kemiri, nogosari, cendana, mundu, gowok, dan namnaman. ”Karena sudah mulai jarang. Ini bisa jadi salah satu ketertarikan,” jelasnya.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah melakukan penelitian pada 2016. Salah satu peneliti yakni Imam Surya menjelaskan, terdapat 110 jenis tumbuhan yang sengaja ditanam saat reboisasi pada 1960-an maupun yang tumbuh alami. Dari jumlah tersebut, 52 jenis di antaranya memiliki potensi sebagai tanaman pangan, hias, obat, dan bahan baku industri. Ekosistem yang terbentuk tersebut memiliki banyak kelebihan. Salah satunya adalah terbentuknya vegetasi yang bertingkat (multistrata) mulai pohon dewasa, pohon muda, anakan, dan tumbuhan bawah. Selain itu, tingkat keanekaragaman tumbuhan mulai meningkat. Terutama pohon muda, anakan, dan tumbuhan bawah.
Itulah kisah mengenai Legenda dan Mitos yang berkembang mengenai Gunung Tidar, Sang Paku Pulau Jawa dan fungsinya sebagai wilayah konservasi. Semoga bermanfaat.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Siiip keren Bu. Terima kasih infonya
Sama-sama Bu Herniwati, terimakasih sudah membaca, salam Literasi
Baru tahu ada gunung secantik ini, mirip Merapi
Memang letaknya sama-sama di Magelang, Bu. Terimakasih sudah singgah, salam literasi
Trime pengetahuan tentang gunung Tidar. Bagus lah . sbg konservasi. Mnejaga bumi.
ya betul sekali bu Nora, setuju
Keren, dapat pengetahuan tentang gunung tidar.
terimakasih Pak Basri, selalu hadir suportnya