Rochadi Arif Purnawan

Lahir di Banyumas, 1965. Setamat SMA, melanjutkan kuliah di IKIP Jakarta. Pendidikan S2 di selesaikan di Universitas Indonesia, program studi Ilmu Biologi Medis...

Selengkapnya
Navigasi Web
Dawuh Guru

Dawuh Guru

#tulisan ke-878

Bagi sebagian orang Jawa mungkin masih mengenal dan memahami filosofi yang diajarkan oleh Sunan Kalijaga yaitu : Sugih tanpa Bandha, Digdaya tanpa Aji, Nglurug tanpa Bala, Menang tanpa Ngasorake. Filosofi ini sangat baik untuk kita pedomani bagi seseorang dalam menjalankan tugas dan profesinya sebagai guru.

Dalam peringatan Hari Guru Nasional 25 November 2023 ini, penulis mencoba menguraikan makna yang terkandung dalam filosofi tersebut.

Sugih tanpa Bandha, Digdaya tanpa Aji, Nglurug tanpa Bala, Menang tanpa Ngasorake, secara harafiah dapat diartikan: Kaya tanpa Harta, memiliki Kesaktian tanpa Ilmu/benda pusaka, Menyerang tanpa bala Pasukan, Menang tanpa Merendahkan/mengalahkan.

1. Sugih tanpa bandha (kaya tanpa harta), adalah tidak berkekurangan, bukan semata-mata harta yang menjadikan tolok ukur. Kaya yang dimaksud adalah memiliki ilmu yang tidak pernah habis, walaupun telah diberikan kepada para siswanya. Oleh karena itu, guru yang baik senantiasa akan diingat orang lain karena jasa-jasanya.

2. Digdaya tanpa aji, dalam ungkapan Jawa dapat dimaknai kekuatan atau kekuasaan. Namun, kekuasaan yang dimaksud bukan karena kita mempunyai suatu ilmu beladiri/ilmu tenaga dalam atau pusaka. Kekuasaan itu tercipta karena citra dan wibawa seseorang, perkataannya membuat orang lain sangat menghargainya, sehingga apa yang diucapkannya senantiasa diikuti. Oleh karena itu, guru memiliki makna digugu dan ditiru.

3. Nglurug tanpa bala, dapat di artikan secara harafiah menyerang tanpa pasukan. Yang dimaksud adalah, bahwa dalam melaksanakan tugasnya memerangi kebodohan, seorang guru tidak memerlukan pasukan dalam berperang. Semua tantangan dan risiko yang terjadi akan dihadapi sendiri dengan penuh tanggung jawab.

4. Menang tanpa ngasorake tersebut memiliki arti bahwa kemenangan yang kita raih, yaitu membuat orang lain menjadi pintar tanpa harus merendahkan orang lain. Kesuksesan guru sebagai pengajar dan pendidik, adalah jika berhasil membuat orang lain (siswa) menjadi pintar dan mampu mengubah perilaku siswanya menjadi lebih baik. Kesuksesan guru tersebut dapat diraih tanpa merendahkan martabat siswanya.

Selamat Hari Guru Nasional buat guru-guru Indonesia yang hebat. Tetaplah menjadi guru yang dapat digugu dan ditiru dengan slogan “Ing ngarso sung tulodo, Ing madya mangun karso, Tutwuri handayani”

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Ulasan yang dalam artinya. Makasih, Pak. Sukses selalu.

25 Nov
Balas

tks bu

26 Nov

Mantap surantap mas. Selamat Hari Batik Nasional.

25 Nov
Balas

tks pak

26 Nov

Luar biasa pak penuh inspirasi dan mencerahkan

25 Nov
Balas

tks pak

26 Nov

Suka ulasannya,Bapak. Selamat Hari Guru. Salam sukses.

25 Nov
Balas

tks Bu Cick

25 Nov

Mantap ulasannya. Filosofi lama yang tak lekang waktu. Semoga sehat dan sukses selalu Pak Rochadi.

25 Nov
Balas

tks bu

26 Nov



search

New Post