Cinta Itu Tumbuh Di Bangku SMA (Penggalan Novel Serpihan Cinta Melati)
#tagur2021-326
#tagur2022-142
Udara masih terasa dingin ketika aku harus mengakhiri masa liburan panjang. Hari ini adalah hari pertama aku masuk SMA setelah dinyatakan lulus tes penerimaan siswa baru. Aku dan beberapa teman SMP termasuk beruntung bisa masuk di sekolah favorit di kotaku. Sementara teman-temanku yang lain banyak yang tidak diterima.
Hari ini aku mulai mengikuti acara MOS atau masa orientasi siswa. Putih abu-abu adalah seragam baru yang aku kenakan sebagai pengganti seragam biru-putih yang selama ini melekat dalam tubuhku. Sekolah yang indah dengan bangunan bertingkat, dan fasilitas ruang belajar yang lengkap. Ada laboratorium bahasa dan laboratorium IPA (Fisika, Kimia dan Biologi) sudah terpisah
Halaman sekolahnya asri dengan taman yang dipenuhi bunga Bougenvile mengelilingi bagian depan kelas. Di samping belakang bangunan gedung sekolah, terdapat lapangan basket dan volley sebagai tempat olah raga.
Tiga hari mengikuti MOS, aku tidak banyak bicara selain mengikuti kegiatan dan menikmati suasana sekolah yang nyaman. Aku belum banyak kenal dengan teman baru, kami masih menjaga image.
“Hei,” ucap salah satu teman menyapaku.
“Eh, iya. Kenalan, namaku Melati. Kamu siapa?” Tanyaku kepada perempuan sebayaku.
“Namaku Anita,” jawabnya.
Yah Anita adalah satu-satunya teman yang aku kenal dan cukup akrab sampai kegiatan MOS berakhir.
Hari ini adalah hari terakhir kegiatan MOS, dan kami harus mengumpulkan tanda tangan para guru dan senior sebanyak-banyaknya. Kami mulai saling berkenalan. Aku merasa senang mendapatkan banyak teman baru. Anita adalah salah satu teman sekelasku. Ada banyak teman lain yang baru aku kenal, mereka kebanyakan baik-baik, cantik dan ganteng.
Setelah kegiatan MOS selesai kami mulai mendapatkan pelajaran seperti biasanya di sekolah. Aku duduk bersebelahan dengan Anita yang sudah aku kenal sebelumnya. Dia ramah dan supel sehingga aku cepat akrab dengannya. Beberapa orang guru masuk ke kelas kami, mereka memperkenalkan diri dan memberi tahu mata pelajaran yang diampunya.
Setelah upacara bendera hari Senin, mata pelajaran pertama adalah Fisika. Tiba-tiba masuk seorang guru berbadan tinggi. Baju lengan panjang yang dimasukkan ke dalam celan, terlihat rapih dan berwibawa. Suasana kelas hening, tidak ada siswa yang berani nyletuk.
“Kelihatannya gurunya killer,” bisikku pada Anita.
“Memang kenapa sih?” tanyanya.
“Seram, sepertinya bapak itu galak,” ucapku lagi.
Aku sempat takut melihat penampilan guru itu. Bayangkan saja, badannya tinggi besar, tatapan matanya tajam dan yang paling membuatku takut adalah kumisnya yang tebal.
“Aduh bagaimana An,” ucapku lirih.
“Sudah, ikuti saja, belum tentu bapak itu galak.” Anita menenangkan Aku.
Kami serius memperhatikan bapak itu. Beliau memperkenalkan diri, namanya pak Muhargo. Ternyata benar, setelah berkenalan dan memberikan pelajaran, kami baru tahu bahwa bapak itu tidak galak. Suaranya terdengar ngebass, lembut dan terlihat sangat sabar.
Akhirnya pelajaran Fisika menjadi pelajaran favorit yang menyenangkan karena diampu oleh seorang guru yang penyabar dan berwibawa. Ada satu orang di kelasku yang jago Fisika, namanya Adi. Penampilannya yang lugu, membuatnya disenangi banyak teman. Dia anak seorang petani dari sebuah desa dalam wilayah Kabupaten Cilacap.
Dia tinggal di rumah pamannya tidak jauh dari sekolah, sehingga setiap hari ke sekolah cukup berjalan kaki. Dari situ aku mulai mengenalnya sebagai anak kampung yang pintar dan cepat menguasasi materi pelajaran yang disampaikan guru, terutama pelajaran Fisika. Orang tuanya menginginkan dia menjadi guru, agar dapat mengangkat derjat keluarganya.
(Bersambung)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Keren pak Arif.. Kisahnya berasa nyata.. Lanjuuut. Sukses selalu
Tks Pak Burhani
Eh, ada orang Cilacap ni hehe... Romansa remaja, membawa nostalgia hihi... Keren, Pak
Hehe...iya Bu
Semoga keinginan orang tuanya tercapai. Keren cerpennya.
Aamiin, tks bu Sulastri
Dua anak sudah menemukan jodohnya mas.Apalagi menunggu kehadiran cucu pertama sudah 7 tahun lebih.Terima kasih telah setia mengunjungi sriyonospd.gurusiana.id untuk SKSS dan berbagi kebaikan. Salam sehat dan selalu bahagia bersama keluarga tercinta ya mas.
Alhamdulillah...
Kok bagus? Ceritanya suka banget Bapak, keren pokoknya. Lanjutt
Tks Bu
Kelak menjadi sebuah buku, ia memiliki kenangan yang menawan.
Tks Bu
Kisah putih abu yang asyik, nih. Ditunggu lanjutannya, Bapak. Salam sehat dan sukses selalu.
Tks Bu Cicik
Keren ceritanya Pak, sukses selalu.
Aamiin, tks Bu Sry
Yang saya tangkap adalah ternyata kita tidak suka pada suatu pelajaran bisa disebabkan oleh guru yang tak bersahabat, saya tak suka matematika karena gurunya tak pernah senyum, galak lagi he..he..Keren sekali ceritanya Pak Arif membawa kenangan masa putih abu-abu
Tks Bu Musdawati
Asyik kisah cinta di SMA, mantap Pak. Semoga sehat dan sukses sll
Asyik kisah cinta di SMA, mantap Pak. Semoga sehat dan sukses sll
sangat keren ceritanya, gimana cerita selanjutnya, ya aku tunggu ya. sehat selalu saudaraku pak Rochadi yang baik hati.
Tks Pak Hustanil
mantap keren cadas...kisah keren menewen, Gita cinta dari SMA... salam literasi sehat sukses selalu [ak Rochadi Arif Purnawan bersama keluarga tercinta
Sepenggal kisah yang bikin penasaran ini Pak. Apakah Adi akan menjadi pendampingnya suatu saat? Hahaha... Baru awal kok sudah nebak-nebak nggak jelas saya ini. Sukses selalu ya Pak.
Hehe... ditunggu lanjutannya Bu Dewi
Cerita yang keren, Anita... Seperti nama saya. Semoga selalu sehat dan sukses.
Aamiin,...tks Bu Anita
Keren kisahnya, ditunggu kelanjutannya Pak Rochadi. Salam sehat dan sukses selalu.
Keren ceritanya. Ditunggu lanjutannya. Semoga sehat dan sukses selalu Pak.
Tks Bu Nanik