Teliti Menulis dan Membaca
Teliti Menulis dan Membaca
Tantangan hari ke-357
#TantanganGurusiana 365 hari
Masih ingatkah kita tentang kalimat iklan yang sangat populer dalam tayangan sebuah televisi beberapa puluh tahun yang lalu? Teliti sebelum membeli. Ya, kalimat itu masih terngiang di telinga saya hingga kini.
Dalam proses jual beli, kita memang seharusnya bersikap teliti. Teliti memilih barang sebelum membayarnya itu menjadi hak bagi seorang pembeli. Ketika berbelanja, sebagai konsumen tentunya kita ingin mendapatkan barang yang bagus sesuai dengan yang kita inginkan dan butuhkan.
Dalam kehidupan sehari-hari, sebenarnya teliti itu tidak hanya berlaku dalam hal membeli sesuatu saja. Namun, dalam banyak hal kita juga perlu teliti. Misalkan saja dalam menulis dan membaca. Ketika menulis suatu kata, tentunya perlu ada ketelitian agar tulisan menjadi enak untuk dibaca dan dipahami artinya oleh orang lain. Begitu pula ketika kita membaca. Membaca dengan teliti akan memudahkan kita dalam menangkap maksud bacaan yang kita baca.
Banyak padan kata tentang teliti. Beberapa di antaranya adalah jeli, cermat, hati-hati, dan masih banyak lagi kata lainnya yang searti. Teliti itu bukan berarti lambat atau terlalu lama dalam memilah dan memilih sesuatu. Akan tetapi, teliti yang dimaksud adalah adanya kesesuaian antara sesuatu yang diangankan dengan yang dilakukan.
Seseorang yang telah terbiasa beraktivitas dengan teliti, tentunya akan selalu berhati-hati ketika akan, sedang, atau telah selesai melakukannya. Adanya ketelitian dapat menjadikan sebuah aktivitas atau pekerjaan terasa lebih nyaman untuk dinikmati hasilnya. Apalagi ketelitian dalam hal menulis dan membaca.
Sebagai penulis pemula, saya merasa bahwa sikap teliti dalam menulis itu sangat penting. Baik itu teliti dalam menulis huruf, kata atau pun kalimat. Bahkan penggunaan huruf kapital atau tidak kapital dan tanda baca.
Selain teliti dalam menulis, kita sebagai guru penulis juga perlu membiasakan diri untuk teliti dalam membaca. Mengapa? Ya, karena aktivitas menulis tidak bisa lepas dari aktivitas membaca.
Sebelum menulis, seseorang tentunya perlu melakukan aktivitas membaca. Dalam membaca, kita perlu teliti dalam memaknai masing-masing kata hingga berbagai tanda baca yang ada. Ketidaktelitian dalam membaca kata atau memahami tanda baca dapat berpengaruh terhadap cara menangkap makna yang terkandung di dalamnya.
Aktivitas membaca sangat bermanfaat untuk memperkaya perbendaharaan kata. Banyaknya kata yang dimiliki oleh seorang penulis juga akan berpengaruh terhadap penulis itu sendiri. Terutama ketika ia harus memilih kata-kata yang tepat dalam mengungkapkan suatu ide atau gagasan dalam bentuk tulisan.
Ketelitian dalam menulis kata atau kalimat memang perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan kekeliruan atau kesulitan bagi orang lain yang membacanya. Sekali pun hanya satu huruf saja yang keliru dalam penulisannya, hal ini tetap saja dapat mengganggu kenyamanan bagi para pembaca ketika sedang membacanya. Apalagi jika kekeliruan itu sudah lebih dari satu huruf atau bahkan hingga satu kata, tentunya dapat menimbulkan kekeliruan pula dalam mengartikan maksud dari sebuah tulisan.
Swasunting sebelum tulisan dikirim kepada seseorang atau media sosial menjadi hal penting yang perlu dilakukan untuk menghindari kesalahan atau kekeliruan dalam penulisan. Itu sebabnya, bagi saya tidak perlu tergesa-gesa ketika kita akan mengirimkan sebuah tulisan yang terdiri atas banyak kata. Baca kembali tulisan kita sebelum benar-benar yakin dengan susunan kata dan tanda bacanya.
Cepat dalam membaca atau menyelesaikan sebuah tulisan memang bagus. Akan tetapi ketelitian dalam membaca dan menulis sebuah kata juga tetap perlu diperhatikan. Sebuah kata yang ditulis dengan jelas dan teliti, akan memudahkan bagi pembaca untuk mencerna maknanya. Dengan demikian penyampaian maksud dari sebuah tulisan akan terasa lebih mengena.
Kendal, 09-01-2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Ulasan yang sangat menarik dan informatif Bunda.
Semoga bermanfaat untuk saling mengingatkan ya Bu. Terima kasih kunjungannya.
Setuju sekali, itulah pentingnya menjadi editor mandiri. Karya kita sebelum di publish, hendaknya di teliti berkali-kali. Supaya hasilnya tidak menegcewakan yang membaca.
Betul sekali itu Pak. Kenyamanan pembaca, salah satunya adalah ketika tulisan yang sedang dibacanya tidak terdapat kekeliruan. Terima kasih kunjungannya.
Tulisan yang mencerahkan. Keren, Bu. Sehat dan sukses selalu...
Terima kasih Bu Yuria. Salam sehat kembali.
Paparan yang mantap Bu. Bisa sebagai pengingat diri. Sepakat Bu memang perlu swasunting agar orang yang baca jadi enak dan asyik membacanya. Inspiratif Bu. Sukses selalu Bu
Iya Bu, kalau kita baca tulisan yang keliru ketik baik dalam huruf atau kata rasanya memang jadi kurang nyaman ya. Terima kasih kunjungannya.
Ukasan yang menarik, mengingatkan saya yang sering ceroboh dan kurang sabar. Terima kasih, Bu
Terima kasih kembali Pak. Kita saling mengingatkan saja. Semoga bermanfaat.
Keren ulasannya Bu Alya. Terima kasih sudah berbagi
Hehehe...terima kasih Bang Just Man. Semoga bermanfaat.
Ulasan yang keren. Sangat bermanfaat. Sukses selalu
Terima kasih Bu Laily Ulfah. Sukses juga untuk ibu.
Terima kasih sudah berbagi ilmu, Bun. Sangat bermanfaat. Barakallah. Sukses selalu untuk Bunda Robingah.
Sama-sama Bu. Alhamdulillah jika bermanfaat. Sukses juga untuk Bu Siti Khotijah.
Keren bund.
Terima kasih.