Pohon Literasi Berbuah Kreasi
Pohon Literasi Berbuah Kreasi
Tantangan hari ke-15
#TantanganGurusiana
Sebatang pohon menempel di dinding kelas. Tak tampak daun atau pun buah yang ranum. Hanya cabang dan ranting yang siap menampung tulisan-tulisan siswa setelah melakukan aktivitas membaca dan pembelajaran. Tak perlu disiram atau diberi pupuk kandang. Namanya pohon literasi. Pohon literasi tak bisa dipanjat karena tidak ditanam di kebun atau di halaman.
Pohon literasi dibuat bukan hanya sebagai hiasan pemanis ruang kelas saja. Namun, lebih dari itu pohon literasi merupakan satu bentuk sarana untuk memotivasi siswa agar mereka menjadi aktif dalam mengembangkan gerakan literasi di kelasnya. Dimulai dari dalam kelas, gerakan literasi sekolah bisa dilaksanakan. Secara umum literasi dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam membaca, menulis, berbicara, berhitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Meski pun ada 6 aspek literasi yang perlu digerakkan, akan tetapi literasi baca dan tulis menjadi hal yang perlu diutamakan sebagai dasar untuk mengembangkan aspek literasi yang lainnya seperti literasi numerasi, sains, digital, finansial, budaya dan kewarganegaraan.
Pohon literasi dapat dibuat dengan berbagai macam kreasi. Bisa menggunakan cat, kertas, busa, atau ranting-ranting pohon asli yang sudah kering. Ukuran tinggi pohon dan bentuknya menyesuaikan kreasi masing-masing pembuatnya. Pembuatan pohon literasi dapat melibatkan siswa, guru, dan orang tua siswa. Keterlibatan mereka akan membuahkan hasil berupa kreasi yang dapat menarik perhatian. Bentuk dan ukuran yang khas, mengandung ide, dan cara baru yang berbeda dengan lainnya menunjukkan kreasi sebagai buah dari pohon literasi.
Namanya saja pohon literasi maka pohon ini menjadi tempat yang tepat untuk menempelkan atau menggantungkan tulisan-tulisan siswa setelah mereka melakukan aktivitas literasi seperti membaca buku atau aktivitas pembelajaran lainnya. Tulisan bisa berupa hal-hal penting atau hal-hal yang menarik perhatian untuk diingat yang ditemukan oleh siswa saat membaca. Jadi tulisan tidak perlu terlalu panjang dan lebar. Cukup inti sarinya saja yang ditulis pada secarik kertas untuk ditempelkan atau digantung pada ranting. Ketika selesai membaca buku cerita, siswa dapat menuliskan tokoh cerita, watak, setting atau latar kejadian cerita, kesan dan pesan yang terkandung di dalamnya menggunakan bahasa sendiri. Begitu pula dengan hasil pembelajaran. Siswa bisa menuliskan hasil pembelajaran yang didapatkannya dengan tulisan sederhana.
Agar tampak lebih menarik perhatian, tulisan bisa dibubuhkan pada potongan kertas berwarna-warni dengan bentuk yang sesuai dengan kesukaan atau lingkungan siswa. Misalkan saja ada bentuk dedaunan, buah-buahan atau bentuk-bentuk bangun datar. Warna kertas yang cerah bisa dipilih untuk menambah semangat siswa dalam membaca dan menulis.
Pohon literasi tak hanya berisi tulisan-tulisan saja. Pohon ini juga dapat dijadikan sebagai sarana untuk review materi pelajaran yang telah diberikan. Rangkuman atau hal-hal penting setelah pembelajaran selesai bisa ditulis lalu ditempel atau digantungkan pada pohon literasi sebagai daun atau buah. Satu anak satu tulisan kemudian sebelum istirahat atau pulang sekolah bisa digunakan untuk kegiatan eksplorasi mencari pengetahuan hasil tulisan teman.
Ketika menempel atau menggantungkan tulisan pada pohon literasi perlu memperhatikan tata letak yang harmonis sehingga pohon menjadi pemandangan yang mengasyikkan untuk belajar di dalam kelas. Meski pun siswa diberi kebebasan pada saat meletakkan tulisan, namun guru perlu memberikan pengarahan sehingga tulisan-tulisan yang tertempel pada pohon literasi menjadi enak dipandang. Di sinilah kreasi guru dan siswa dapat muncul secara bersamaan. Pohon literasi akhirnya dapat berbuah kreasi.
Kendal, 02-02-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
menanamkan kebiasaan berliterasi bagi anakanak ya Bu
Iya Pak