Kota dingin tak bersalju (edisi revisi)
Kota dingin tak bersalju
Pagi masih terlihat gelap ketika sebuah minibus berhenti didepan rumah yang akan membawa saya dan beberapa orang teman seprofesi ke negeri dingin tak bersalju.
Perjalanan hari ini menjadi lebih menantang dengan air hujan yang turut serta. Saya bisa bayangkan bagaimana dinginnya negeri ini kala hujan terus mencurah tanpa jeda. Sepanjang perjalanan mata dimanjakan dengan rimbunan daun teh yang berkilauan di basahi hujan. Dengan kondisi jalan yang sedikit licin terlihat sopir minibus yang saya tumpangi memacu kendaraan dengan hati hati.
Menghabiskan waktu lebih kurang sembilan puluh menit akhirnya saya sampai di negeri dingin tak bersalju. Alahan panjang adalah sebuah negeri kecil yang ada di Kabupaten Solok Sumatera Barat. Sebuah daerah penuh pesona dengan hamparan ladang penduduk dan danau kembarnya. Satu hal yang tidak terlupakan dari daerah ini tentu saja suasana dingin yang selalu menyelimuti meski matahari bersinar dengan cerah . Hembusan angin danau yang tersebar ke sekeliling akan membuat orang orang berfikir untuk menebalkan jaketnya atau membungkus tubuh dengan sehelai kain sarung yang menjadi ciri khas penduduk sini.
Kedatangan saya pagi ini, disambut dengan suasana lembab sisa hujan yang baru saja berhenti. Terlihat danau di atas berselimut kabut. Saat turun dari minibus, kerumunan ojek datang menghampiri menawarkan jasa. Beberapa orang dari mereka saya kenali sebagai ojek langganan ketika masih bekerja di Talang Babungo yang berjarak 12 km dari Alahan panjang. Setelah memberikan senyum kepada mereka saya melangkahkan kaki menuju madrasah yang berlokasi 300 m dari pemberhentian bus. Berharap senyum tersebut akan memberi energi positif.
Hujan selalu menjadi romantika tersendiri. Sejak menjalani pendidikan di kota dingin Padang panjang disebuah pondok pesantren disana 19 tahun yang lalu, membuat saya begitu menyukai suasana lembab. Jalanan yang basah membawa imajinasi saya untuk merangkai kata kata romantis sembari membayangkan tempat – tempat indah yang sering di lihat dalam taydrama-drama Korea dan Jepang. Negara yang pernah masuk dalam daftar target kunjungan saya dulunya saat masih remaja.
Romantika inilah yang selalu memancing semangat untuk tetap berjalan dengan mimpi yang ingin dijadikan nyata. Lembab yang selalu membuat rindu untuk bangkit terus berkarya. Rindu untuk menjadi bagian dari ritme indah sebuah madrasah tua yang berdiri tegak dan kokoh di pinggir jalan, membelah hamparan luas ladang yang menghijau. Sebuah madrasah yang dibangun jauh sebelum saya datang di sini.
Menjelang saya berangkat selepas subuh tadi dari rumah, hujan juga membasahi kota dimana saya tinggal bersama keluarga, seperti biasa, curah hujan tersebut jarang sekali membuat saya merasa kedinginan. Namun sangat berbeda ketika cuaca yang sama ada di Alahan Panjang. Dinginnya yang kadang mencapai 13 derjat celcius tak membuat sweater tebalku berfungsi dengan baik, dingin yang menusuk hingga ke tulang seringkali di sertai hembusan angin. Maka duduk meringkuk di kursi belakang meja kerja ditemani secangkir kopi gingseng hangat adalah momen yang paling saya nikmati. Sembari menunggu pergantian jam mengajar, jika tidak ada laporan dan berita yang update untuk di rilis sekaitan dengan kegiatan madrasah, saya menghabiskan kopi dengan segera sebelum keburu dingin sambil memeriksa lembaran tugas siswa.
Istirahat sejenak dari kesibukan pagi , tidak ada salahnya menyempatkan diri untuk sesaat berkumpul dengan rekan- rekan seprofesi lainnya sekedar berbagi informasi dan menularkan energi positif dengan mereka. Selalu ada cerita manis yang menjadi inspirasi merangkai aksara selepas bersama. Dan biasanya momen kumpul tersebut akan semakin menyenangkan jika ada diantara kami datang sembari membawa sepiring cemilan dan gorengan hangat yang banyak tersedia di kantin madrasah. Bahkan tak jarang ada yang sengaja membawanya dari rumah.
Semoga pagi selalu menginspirasi
- Risfa_N -
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
mulai lagi tantangan hari pertama..harus semangat