Rini Yuliati

Seorang ibu dari dua orang putri yang ingin belajar merangkai huruf sehingga menjadi bermakna. Tinggal di sebuah kota kecil di Kebumen, Jawa Tengah. Profesi mom...

Selengkapnya
Navigasi Web

Perlukah Pembelajaran Online untuk Anak Usia Dini

Hampir empat dasa warsa lebih saya diberi kesempatan menghirup udara di dunia ini. Waktu yang cukup lama sejak diri ini dilahirkan dari sosok bernama ibu. Hidup di bawah langit Indonesia yang damai dan tentram. Namun baru kali ini saya merasakan kekhawatiran yang tidak berujung. Virus pendatang baru telah mengubah tatanan bangsa ni. Bahkan hampir banyak negara merasakan dampaknya. Maha Suci Allah yang telah menciptakan-Nya.

Makhluk kecil itu telah mengubah semuanya. Hubungan antar manusia yang fitrahnya saling berinteraksi dipaksa untuk mengisolasi diri. Tentunya dalam sebuah keyakinan untuk melindungi diri dan keluarga. Bahwa semua itu adalah salah satu bentuk ikhtiar untuk menjaga kelestarian umat manusia. Ya, Covid-19 dengan segala kebaruannya telah membuat kita semua kalang kabut. Semua berusaha berpikir bagaimana cara menghentikannya.

Salah satu dampak yang begitu nyata adalah kebijakan di bidang pendidikan. Perubahan proses transfer ilmu antara guru dan murid yang tadinya melalui tatap muka dialihkan dengan daring atau online. Hal itu tentunya membuat semuanya terasa berbeda. Banyak rasa mengharu biru dalam pelaksanaannya. Bahkan putri sulung saya merasa rindu sekolahnya. Ah, sabar Nak. Insyaa Allah semuanya akan terlewati. Untuk kelas tinggi, pembelajaran online masih bisa dilakukan walau kadang terkendala teknis dan sinyal. Namun bagaimana dengan pembelajaran anak usia dini. Apakah bisa dilakukan secara online?

Pembelajaran online adalah alat atau sistem pendidikan berbasis komputer yang memungkinkan untuk belajar dimana saja dan kapan saja. Lalu bagaimana dengan anak usia dini? Apakah mereka harus belajar komputer? Menurut saya, komputernya anak usia dini adalah orangtuanya/keluarganya. Dari mereka anak belajar banyak hal. Tentang nilai kebaikan dan moral, cara berbahasa, pembiasaan dan masih banyak lagi. Keluarga adalah pondasi pertama bagi anak usia dini. Sekolah berfungsi untuk menguatkan dan membantu prosesnya. Jadi, jika keadaan sekarang memaksa anak usia dini untuk belajar di rumah maka tidak ada yang berubah. Anak usia dini belajar online dari orangtuanya. Orangtua berfungsi sebagai komputernya. Mendampingi mereka di saat-saat ini adalah yang terpenting. Bukan memberikan fasilitas smartphone supaya mereka tidak rewel. Tapi membersamai mereka untuk belajar sambil bermain. Ada beberapa lembaga pendidikan anak usia dini yang meminta kebersamaan itu didokumentasikan dan dikirim kepada gurunya. Sebagai bukti bahwa ada proses belajar yang bermakna di rumah. Itu tidak menjadi masalah. Supaya orangtua tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Semoga badai ini cepat berlalu dan kembali normal. Karena banyak rindu di sana. Rindu berjumpa sahabat. Rindu sekolah. Rindu ke pasar. Rindu berjabat tangan dengan teman-teman. Ya Allah, Engkau Yang Maha Kuasa mengangkat semua ini. Wallahu a'lam bi showab.

Kebumen, 25 Maret 2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Jangankan anak PAUD Budhe, anak SD-pun ibunya yang sibuk, hehehe. Alhamdulillah, sudah nulis lagi. Kangen aku. Sukses selalu dan barakallahu fiik

25 Mar
Balas

He...he...Iya Bun...Tak apalah sibuk yang penting anak-anak lebih aman di rumah...Kangen juga Bun....Semoga Allah memberikan kesehatan kepada kita semua... Barakallah Bunda Pipi...

25 Mar



search

New Post