KETIKA GENDARI DAPAT JUARA (TAGUR95)
Siapa orang yang tak senang bisa dapat juara. Semuanya pasti berbahagia. Tapi cara mengungkapkan kebahagian seseorang ternyata tidak melulu sama. Biasanya senyum adalah ekspresi paling lazim untuk menggambarkan suasana hati yang bahagia.
Namun berbeda dengan adik saya yang satu ini. Gendari namanya. Sepupu kecil yang elok sekali tingkahnya. Gadis kecil cantik yang beranjak remaja. Baru kelas 4 SD. Tapi sudah sangat memahami kondisi orang tua. Sudah sangat mandiri untuk ukuran anak seusianya. Tingkahnya yang santun membuat semua orang sayang padanya.
Kemarin terima rapor ujian tengah semester dua. Sesuatu yang mengejutkan terjadi. Gendari juara dua. Sesuatu yang sebelumnya tak pernah ia sangka. Biasanya Gendari dapat juara mengaji, di sekolah cuma dapat peringkat 10 besar di kelas. Namun kali ini dapat juara. Ketika kebanyakan anak menagih ini dan itu pada ayah ibu karena dapat juara. Gendari justru tak meminta apa apa.
"Ai mau di belikan apa?? " Tanya Mamaknya sumringah. Gendari tidak menjawab apa apa. Senyum yang biasa menghias bibirnya, justru hilang semenjak terima rapor dapat juara dua. Makan pun tak berselera. Lebih banyak melamun dari pada bereforia karena predikat juara yang diperolehnya.
"Benar aku juara dua, Mak??" Gendari justru balik bertanya. Masih tak percaya.
"Iya nak, anak mamak pintar dapat juara" Mamak memeluk gadis kecilnya dengan penuh haru.
Sebagai anak bungsu, Mamak memang tak pernah menuntut apa apa dari Gendari. Memiliki etika dan tingkah laku yang elok saja sudah menjadi kepuasan batin orang tua.
Rasa menjadi hutang yang tak lunas. Akhirnya Mamak bawa Gendari jalan jalan. Pulangnya membawa sebungkus sate kesukaannya. Sate yang biasa dibeli setiap sore. Udah segitu aja.
Selamat memperoleh juara Gendari. Tataplah menjadi gadis yang rendah hati dengan cita cita tinggi.
#tagur95
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Alhamdulillaah, keren mantap tulisannya, sehat dan sukses bu Rina Nurlaili
Alhamdulillah, terimakasih ibu zuyyinah.. Doa yang sama juga untuk ibu.. Salam literasi