Cubitan Kecilku (80)
Tulisan ke- 969
....
Waktunya berkarya
Tara....
Sudah tiba saatnya berkarya rutin tiap bulanan. Yup, pak Su merestui saya berkarya sesuai hobby yaitu membuat kue dan makanan kelas berat.
Tiap bulan dalam acara DWP, saya punya kewajiban untuk mengadakan Bazar. Pas banget dengan hobby saya yang suka bikin sesuatu. Saya membuat kue kleppon andalan, sayuran dan juga lauk. Hari ini tambah ramai yang saya buat, kebetulan semua bahan tersedia di depan sekolah. Alhamdulillah tak perlu repot membeli ke pasar.
"Wah hebat, bagaimana ya yang kerja?"
"Jam berapa bangunnya?"
Itulah komentar teman-teman yang selalu saya terima tiap bulan, tiada bosan mereka bertanya. Apa mereka lupa dengan jawaban bulan kemarin?
Aha, teman saya terkadang membantu menjawabkan. "Dik Rina ini minta bantuan Jin and Jun" Kata salahbsatu teman. Saya mengangguk saja tanda setuju. Sambil tertawa pepsodent ceria. Bagaimana gak tersenyum melebar, begitu datang barang jualan langsung diserang pembeli.
"Eh tunggu, jangan dibawa dulu belum difoto" Kata bagian pengambil gambar untuk laporan E Reporting ♥️.
"Hayooo cepat, kami sudah tak sabar".
Lumayan lah dapat points di akhir bulan. Cukup lah mengisi dompet yang tongpes eh tipis klimis Kata Mas Ustadz.
Benarkah minta bantuan jin and Jun? Tentu tidak lah ya, saya lakukan semua bersama pak Su yang kebetulan pandai memasak. Kami punya bagian tugas yang berbeda. Pak Su bagian masak lauk, seperti ayam geprek, crispy jamur, dan balado terong.
Sementara saya bagian kue, dan sayuran, serta urusan potong memotong. Semua dipacking Lima ribuan, kecuali telur petis sepuluh ribuan. Pas dipacking terakhir, kami kekurangan plastik. Kurang teliti, malamnya sudah ditanya sama pak Su "butuh apa?" Saya bilang sudah ada semua. Sangat disayangkan bukan? Tapi ada hikmah tentu di balik setiap kejadian. Apa ya? Ahaa...esoknya tak perlu masak lagi, karena ada tahu telur bumbu merah.
Ada yang luar biasa untuk giat kali ini, ada doa khusus dari pak Tito, awalnya selesai memasak pare langsung saya foto kemudian saya kirimkan ke pak Tito. 😄 "Mari, sarapan malam" Kata saya mengawali percakapan lewat whatshap.
Esoknya saya posting lagi, asyik dapat doa dari Beliau "Semoga laris manis"
Langsung saya balas dengan meng aamiini sebanyak 33x.
Terimakasih pak Tito. Saya pulang dengan ringan di tas tapi berat di dompet. Hi hi hi...
Hayooo semangat untuk selalu berkarya, tingkatkan ekonomi keluarga
Salam literasi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Mantap Mbak.. Sukses selalu
Kangen menulis sebetulnya.
Luar biasa Bunda penuh inspirasi dan mencerahkan
Terimakasih Bapak
Terima kasih admind bisa tayang
Pesan ekonomi keluarga yang apik dalam cerita. Salut bu Rina
Terimakasih Bapak
Betul memang pertanyaan yang berulang bisa membuat kesal dikit
Sabar Bunda, mungkin mereka ingin tahu perjuangan kita melawan waktu. Kwe ke..ke
Wahh...keren, nih. Kirim ke oma dong, say.
Siap Oma, kirim foto segera ya...!
luarbiasa, sukses Bu Rina
Terima kasih Bapak
Keren Bu
Mantap, Bu. Jadi dapat cuan. Salam bahagia.
Alhamdulillah Bunda, hobby yang seru untuk terus kita kerjakan.
Cerpen yang indah
Satu dayung dua pulau terlampaui
Yup, maunya berenang, cari ikan, refreshing, eh ikut minum juga. Seru khan, dpt semuanya.
Tulisannya keren dan inspiratif, Salam Literasi.
Terimakasih