Rika Sesti Fauzi

mother of 1 girl, hobbies are baking, cooking, reading and traveling. semoga saling menginspirasi dan tulisan ini bermanfaat....

Selengkapnya
Navigasi Web

(63) Tak Ada yang Lebih Mewah daripada Persahabatan

#TantanganGurusiana Hari Ke-63

Ketika tahun 2004 kami berjumpa sebagai mahasiswa baru. Bertemu di ruang auditorium kampus pada saat mendaftar ulang sebagai mahasiswa undangan, mahasiswa PMDK sebutannya. Tak ada bayangan bahwa kami akan awet bersahabat selama ini. Kami berasal dari daerah berbeda. Rani dari Aceh Singkil, Anton dari Sumatera Utara, Mona dari Kerinci Jambi, Idan dan saya asli minang namun berbeda daerah. Kosan kami berdekatan, kami selalu runtang runtung bersama, pergi nonton bareng, jalan-jalan dipasar raya kemudian pergi ke laut melepas penatnya kuliah, menggarap tugas kuliah bersama-sama, berdiskusi atau hanya sekedar beradu mimpi untuk menjadi sarjana hukum dengan profesi yang hebat.

Kunci kami menjadi dekat dan berteman akrab sebenarnya adalah karena persamaan nasib dan penderitaan sebagai mahasiswa diperantauan yang jauh dari orang tua. Saling berhutang, maksudnya berhutang uang tepatnya. Sebagai mahasiswa baru yang kiriman uang dari orang tua kami pas-pasan saja maka saling berhutang adalah solusi paling jitu untuk menyambung hidup jika kiriman uang sudah menipis bahkan habis. Ketika saya atau Idan dapat kiriman sambal maka akan habis dengan sekejap dimakan bersama-sama. Rendang lokan kiriman amaknya Idan menjadi menu paling favorit kami. Kiriman uang kamipun berbeda-beda, ada yang awal bulan, pertengahan bulan. Jika ada yang belum dapat kiriman maka yang sudah dapat kiriman akan meminjamkan. Begitu seterusnya lingkaran hutang kami.

Pertemanan kami tidak selalu akur ada suka dukanya. Ada diam-diaman namun tetap berkumpul walaupun yang sedang berselisih paham tidak mengeluarkan suara. Segala permasalahan akan cepat mendapatkan solusi karena kami saling membutuhkan satu sama lain. Sekarang mahasiswa tersebut sudah menjadi bapak-bapak dan ibu-ibu dengan mimpi yang sudah menjadi kenyataan. Rani yang sudah menjadi notaris di kampung halamannya, Anton jaksa, Mona menjadi hakim meskipun mimpinya dan kenyataanya tidak sesuai dan Idan seorang dosen di Batam. Hari ini kami bertemu melalui zoom walaupun belum bertemu langsung setidaknya sudah mengobati kerinduan kami selama ini. Semoga persahabtan ini selalu terjaga selamanya sampai kami menjadi kakek dan nenek nantinya.

Dirumahku, 16122020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post