Rifni Hayati

Seorang guru Biologi yang diberi tugas sebagai Kepala Sekolah SMAN 29 Jakarta sejak Agustus 2021. Aktif di Komunitas Kepala Sekolah SMA sebagai Ketua Wilayah MK...

Selengkapnya
Navigasi Web
Separasi Area Dalam Rumah Saat Isoman

Separasi Area Dalam Rumah Saat Isoman

Oleh: Rifni Hayati

Isolasi mandiri dapat dilakukan di rumah jika tersedia ruang ruang cukup untuk semua anggota keluarga yang positif Covid-19. Selain itu kamar/rumah harus memiliki ventilasi yang baik agar sirkulasi udara dapat terjaga. Untunglah anak-anak mempunyai kamar sendiri sehingga mereka bisa isolasi di kamar masing-masing. Sementara saya dan suami juga harus menggunakan kamar yang terpisah selama isolasi. Maka diputuskan saya menggunakan kamar di lantai bawah, dan suami menggunakan kamar di lantai atas.

Untuk area yang digunakan Bersama, seperti ruang tamu, ruang tengah dan dapur, semua harus menggunakan masker. Masker boleh dilepas jika sudah berada di kamar sendiri. Masker bekas harus dibuang di tong sampah yang sudah ditentukan. Karena harus jaga jarak, maka shalat berjamaah yang biasa kami lakukan, sementara ditiadakan. Alat makan dan minum yang digunakan anngota keluarga diberi label nama, dan tidak boleh digunakan bergantian. Memang terasa agak berat menjalani isolasi mandiri di rumah, karena semua harus serba sendiri. Mencuci pakaian pun di mesin cuci tidak boleh dicampur, jadi kami mencuci secara bergantian.

Bersyukur anandaku Raudha dan Fira tidak bergejala, sehingga mereka bisa mengerjakan pekerjaan rumah seperti bersih-bersih rumah dan menyiapkan makanan dan minuman serta obat-obatan kami sekeluarga. Rumah setiap hari di sapu dan dipel serta disemprot desinfektan. Masker tak pernah lepas selama mereka beres-beres rumah.

Agar sirkulasi udara berjalan dengan baik, jendela dibuka setiap pagi dan sore ditutup kembali. Untung rumah kami memiliki plavon yang tinggi dan jendela yang lebar. Sehingga udara bisa leluasa masuk. Begitu juga jendela dan ventilasi setiap kamar juga harus dibuka setiap hari. Untuk berjemur di panas matahari, saya biasa mengambil area di teras lantai atas. Tetap jaga jarak selama berjemur. Saya tidak tahan berjemur lama, paling 15 menit bagi saya itu sudah merasa kelamaan dan kepanasan.

Selama Isolasi mandiri, kami juga menyiapkan Oxymeter untuk mengukur saturasi Oksigen. Thermometer kecil yang selama ini memang tersedia di rumah sangat membantu di kala menjalani isoman ini. Karena pengukuran suhu dan saturasi penting dilakukan agar kondisi selalu terpantau jika sewaktu-waktu terjadi perburukan. Satu lag`I yang sering dilakukan Raudha putri kami adalah mengukur tekanan darah ayah bundanya. Karena hal ini bisa jadi salah satu indikator juga selain suhu tubuh dan saturasi Oksigen.

Memang terasa berat isoman di rumah, tetapi kami menjalani dengan ikhlas dan saling menguatkan. Tidak boleh merasa terbebani dan selalu saling mengingatkan. Saya suka lupa menggunakan masker jika keluar kamar, maka anak-anak akan segera mengingatkan. Kadang merasa lucu juga, kok di rumah sendiri harus jaga jarak dan tidak bisa bercengkrama seperti biasa. Kondisi ini minimal harus dijalani selama 10 hari. Benar-benar ujian kesabaran dan ujian kepasrahan kepada Allah Swt Sang maha Pengatur.

( Sampai di sini dulu yaa… to be continued)

Catt : Tulisan ini adalah bagian ke-5 dari “Kisah Bu Guru Penyintas Covid-19”

====================

Baitii Jannatii

16/08/2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Keren ulasannya

17 Aug
Balas

Trims Bu Febby... Salam sehat slalu

17 Aug

Saya baru baca Bu Rifni. Keren

21 Aug
Balas



search

New Post