Penyesalan Tiada Guna
TAANTANGAN HARI KE 143
Hari Sabtu siang Ranti dan rombongan telah sampai di Padang. Ia nginap semalam di rumah kakaknya. Paginya ia diantar oleh kakaknya ke kampung. Sebelum sampai di kampung, uda Ranti mampir di objek wisata menikmati pemandangan dan indahnya pemandangan. Ibu Panti terkagum-kagum menimati keindahan daerah Sumatera Barat. Di atas mobil selalu memuji atas kebesaran Allah saat melihat keindahan alam. Kareba setiap saat memuji nama Allah. Maka Udanya Ranti terpanggil hatinya untuk turun supaya se ara langsung menikmati keindahan Alam minang kabau tercinta. Dari Padang sampai kampung sering berhenti diperjalanan untuk menikmati keindahan Alam. Sesampainya di kampung, bukan istirahat. Setelah makan ibu Panti ini mengajak untuk turun dari rumah menuju bentangan sawah yang panjang. Yang menemani ibu Panti merasa senang,karena setiap saat selalu memuji atas kebesaran Allah. Bukan itu saja, menu yang disugupun merasa senang.
Dua hari ibu Panti di Kampung. Rabu, 23 Oktober 2014 Ibu Panti berangkat ke Jakarta. Dari rumah, Ibu Panti diantar oleh kakak ke terminal untuk naik mobil. Sebelum berangkat, Ranti melepas kepergian dengan menangis, karena Ranti masih ada rasa salah sebab selalu membuat jengkel ibu panti. Ibu Panti berpesan, jaga anak dengan baik, sabar menerima cobaan dari Allah dan jangan pernah lupa dengan Allah. Ibu Panti pamit untuk pergi, Ia dibekali dengan sambal kas minang rendang, kerupuk-kerupuk, cabe minang dan lainnya.
Satu bulan Ranti di Kampung. Ia bertengkar dengan adiknya yang telah berkeluarga. Sebab pertengkaran ini, tidak lepas dari masalah anak. Tingkah laku anaknya membuat jengkel. Adiknya menasihati, Ranti tidak menerima anaknya dimarahi. Terjadilah pertengkaran. Orang tua Ranti sangat marah dengan kelakuan anaknya yang tak pernah akur. Adik Ranti mengalah, Ia keluar dari rumah dan tinggal di rumah gadang, kebetulan rumah gadang kosong. Orang tua Ranti awalnya tak setuju dengan keputusan anaknya keluar dari rumah. Berhubung ada masukan dari kakak Ranti nomor dua, anak dilepas keluar dari rumah, demi menjauhi pertengkaran.
....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar