Masih di Japri
Bingung juga hari ini, bukan tidak ada kerjaan. Kalau bisa dihitung dari bangun tidur sampai jam seginian, pekerjaan sebagai ibu rumah tangga yang telah diselesaikan cukup menghabiskan tenaga dan pikiran.
Tapi...saya menikmati semua itu.
Semoga apa yang telah dapat saya persembahkan hari ini menjadi ladang ibadah kelak.
Ketika hari Sabtu, biasanya saya bersama teman kerja lainnya selalu datang ke sekolah untuk tetap melaksanakan pembelajaran daring ke siswa yang tetap berada di rumahnya.
Namun untuk minggu terakhir ini, pembelajaran daring cukup dilaksanakan dari rumah karena situasi yang belum begitu membaik.
Nah..selama masa pandemi ini, beragam cerita yang sering kita dengar dari para pendidik menghadapi siswanya. Baik pembelajaran secara online atau yang disebut juga dengan daring.
Ada cerita lucu, kesal, sedih atau ada juga siswanya seolah kagak tahu sama sekali atau malah menguji kesebaran gurunya melayani mereka satu persatu.
Kali ini saya akan coba merangkai kata dan mencurahkan sedikit pengalaman kepada pembaca, sebagai obat rindu saya untuk menuliskan ini di blog yang telah lama tidak dikunjungi.
Sebagai salah seorang pendidik seperti saya, cerita yang beragam dalam pembelajaran daring itu pernah juga dirasakan dan dialami.
Seperti saat memanfaatkan grup WhatsApp kelasnya.
WhatsApp merupakan salah satu sarana komunikasi yang paling gampang digunakan oleh guru maupun siswa sebagai alat komunikasi.
Bagi saya sendiri grup WA itu adalah kelas paling dekat lokasinya untuk pembelajaran daring dibandingkan dengan aplikasi lainnya seperti classroom.
Dan lagian siswa sepertinya lebih cepat respon kalau ada info yang telah saya share di grupnya.
Sama dengan kejadian hari ini.
Walaupun siswa merasa lebih gampang berkomunikasi melalui WA dengan saya. Tapi masih ada juga yang belum mengerti dengan informasi yang telah saya share di grupnya. Kalau diperhatikan salah satu penyebabnya adalah "malas membaca".
Contoh informasi yang telah saya share di grupnya
"Assalamualaikum, siswa semuanya. Hari ini jadwalnya menyetor hafalan ayat Alquran (tahfiz) ke ibuk. Jadi sebelum siswa menyetor hafalan lewat kiriman video, seperti biasa diharapkan isi absen onlinenya terlebih dahulu melalui link yang telah ibuk share di grup ini. Ataupun pada classroomnya.
Dan kalau ada siswa yang kurang paham dimohon jangan JAPRI ibuk, silahkan langsung ditanyakan di grup ini. Terima kasih.
Tak berapa lama info itu di share, ada beberapa siswa yang nanya lewat japri saya, katanya. "Buk, maaf saya nggak bisa isi absen online, karena paket internet saya nggak ada.
"Buk, boleh nggak setor ayatnya nanti saja karena orang tua saya lagi sibuk.
"Buk, kalo nyetornya setiap hari bagaimana dll.
Wah...siswa saya yang bertanya ini, mungkin terlalu cerdas kali ya...😂
Terlintas dalam pikiran, terhadap pertanyaan mereka di atas. Kalau siswa tidak punya paket, kok bisa chat di WA pada gurunya. Kalau setor ayat siswa tersebut apa hubungannya dengan kesibukan orang tuanya. Kemudian pertanyaan tentang jadwal setor setiap hari. Kalau siswa itu telah hafal tentu ia sudah setor sebelumnya.
Saya berusaha menetralkan pikiran. Walaupun sudah dijelaskan di grup jangan Japri. Tapi mereka masih melakukannya.
Bisa dibayangkan, kalau siswa saya yang berjumlah ratusan. Bagaimana membalas pertanyaannya satu persatu yang kadang sama isi pertanyaannya. Hanya sekedar menanyakan tentang info yang telah di share di grupnya.
Akhirnya saya ambil jalan yang buat saya nyaman dan siswa itu juga paham.
Dengan balasan chat di japrinya "silahkan chatt di grup kalau mau tahu jawaban ibuk".😊
Apakah semua pertanyaan mereka itu bisa terjawab di grup WA nya.
Besok kita lanjutin lagi...
Makasih telah berkunjung. Semoga bermanfaat.
Salam literasi
Solok, 5 September 2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Akhirnya muncul juga. Kemana saja bu Elli?
Slm ibuk yanti...kangen sama koment ibuk.
Ada 1001 kisah ttg PJJ ya buk....dan butuh 1001 malam jika harus balas chatingan mereka semua......hehehe
Betul sekali bk yola...Kita cari layanan 1001 itu agar dapat nyaman .hehe...
Mantaaap bu...knp ibu dah lama nggak berkunjung? Sibuk ya bu? Kangen nih tulisan-tulisan ibu yang menginspirasi .. barakallah bu... sehat2 dan sukses selalu
Sukran bunda...atas kunjungannya.Sukses juga utk bunda yang akan mendekati tantangan 365 nya.
Lanjut..suka duka PJJ...keren bu
Makasih pak radino, sukses selalu utk bpk... Salam
Keren tulisannya bucan, salam kenal dan sdah sy follow
makasih atas kunjungannya bunda..slm kenal kembali
Hahaha...sama buk Eli. Super sabar menghadapi anak seperti itu, di jadikan hiburan saja. Dah lama ndak kelihatan ya... Salam Sukses selalu.
hehe...iya buk firda. Beribu cerita kalau kita sanggup tuk menulisnya. Sukses juga tuk ibuk firda
Ulasannya, keren sekali, sukses selalu
alhamdulillah..makasih bu Yelli, sukses juga utk ibu dan salam literasi
Wooww..pengalaman indah menjadi sebuah tulisan
Iya pak sukadi...makasih atas kunjungannya
Semangat berliterasi, sukses terus bu
Mantab ulasannya bu..Salam sukses selalu
Terimakasih pak sukadi..sukses jg tuk bpk. Maaf terlambat balas komentnya.
Tetaplah menulis dengan cinta sahabat.
insya Allah...makasih atas support dan kunjungannya pak. Salam