Aksi Nyata Budaya Positif 1.4 SD Al Hikmah Surabaya
PGP-Angk2-Kota Surabaya-Ratih Fitria Dewi-1.4-Rancangan Aksi
Latar Belakang
Sekolah sebagai institusi pembentuk karakter. Pembentukan karakter melalui pembiasaan merupakan refleksi ajaran K.H. Dewantara untuk among laku (membentuk kodrat anak menuju Profil Pelajar Pancasila).
Kondisi pandemi covid yang belum reda sehingga dibutuhkan kemandirian siswa untuk menjaga imunitas. Serta tetap semangat belajar dan berkreativitas meski dalam kondisi serba terbatas.
Deskripsi Aksi Nyata
Dalam pelaksanaan budaya positif, diperlukan serangkaian langkah-langkah bersama dimana porosnya adalah sinergi bersama antara semua pelaku pendidikan di sekolah. Baik itu siswa, guru, karyawan, manajemen, orang tua ataupun yayasan. Guru penggerak yang telah memiliki bekal filosofi K.H Dewantara, dalam hal ini akan menjadi inspirator bagi ekosistem sekolah menuju ketercapaian cita-cita. Strategi yang dapat dilakukan untuk menerapkan budaya positif di sekolah dengan memanfaatkan sumber-sumber kekuatan yang telah dimiliki, diantaranya semangat visi misi spiritual yang mengarahkan bahwa kebaikan apapun yang dilakukan adalah bernilai ibadah. Kedua, membiasakan komunikasi dua arah pada seluruh warga sekolah. Dampak yang ingin dilihat adalah kesadaran berdisiplin positif dan membangun budaya positif dimanapun murid berada. Berawal dari peran guru membudayakan disiplin positif dimulai dari dirinya sendiri, dari kelasnya dengan murid yang diajar, mulai dengan mata pelajaran yang diampu untuk kemudian berkolaborasi dengan rekan sejawat dan warga sekolah lain menjadi teladan bagi pembiasaan siswa.
Aksi nyata "Sarapan virtual bersama menuju profil pelajar Pancasila yang mandiri dan kreatif” merupakan pembiasaan pada anak dalam rangka menjaga kesehatan tubuh dan otaknya. Kegiatan ini berupa sarapan bersama guru dan teman-temannya secara virtual di ruang video conference (vicon) zoom. Dimana rangkaian kegiatannya diawali dari tumbuhnya kesadaran anak pentingnya sarapan pagi yang teratur dan bergizi bagi kesehatan tubuh dan bagi optimalnya konsentrasi otak saat belajar. Kemudian, setelah anak tergerak untuk mau menyempatkan sarapan, maka tahap kedua anak akan bergerak membantu orang tuanya untuk menyiapkan sarapan pagi dan perlahan kita motivasi untuk melakukannya secara mandiri. Ketiga, kita tumbuhkan jiwa kreatif mereka dalam berkreasi menyusun menu sehat dan lezat.
Linimasa yang akan dilakukan
Pertama : membuat rancangan program aksi nyata yang disetujui koordinator jenjang
Kedua : pemaparan program kepada wali dan guru kelas untuk merealisasikan
Ketiga : wali dan guru kelas mensosialisasikan kepada siswa di kelas masing-masing
Keempat : melaksanakan program aksi nyata pada jenjang kelas
Kelima : refleksi program aksi nyata berupa sharing praktek baik dan evaluasi
Tujuan Program
Meningkatkan kesehatan siswa di masa pandemi
Membiasakan makan makanan bergizi secara teratur baik secara kuantitas maupun kualitas
Membentuk karakter :
Mandiri : menyiapkan sarapan sendiri
Kreatif : berkreasi membuat menu sehat
Hasil dari program
Meningkatnya budaya positif di rumah dan di sekolah. Yaitu karakter mandiri dan kreatif pada anak dimana tampak pada kegiatan : mandiri menyiapkan sarapan dan kreatif saat berkreasi membuat menu dan memasak sarapan pagi. Anak yang terbiasa sarapan pagi akan lebih semangat dan fokus saat pembelajaran, tidak mudah sakit sehingga kehadiran di kelas meski secara daring akan optimal.
Pembelajaran yang didapat dari pelaksanaan
Proses kegiatan aksi nyata ini belum seratus persen terlaksana sesuai dengan rancangan karena terbentur dengan agenda pendidikan yaitu ada pekan penilaian harian (PH), International Progression Test (IPT) Cambridge dan ujian akhir tahun (PAT). Proses sosialisasi sudah tersampaikan kepada siswa dan orang tua, namun belum semua siswa bisa aktif melaksanakan secara teratur karena kesibukan orang tua bekerja dan urusan rumah diserahkan pada asisten rumah tangga. Refleksi yang berupa sharing praktek baik masih berupa feedback dari siswa dan rekan sejawat berupa sharing pendapat secara langsung belum terdokumentasi secara tertulis.
Rencana Perbaikan
Dimulai pada tahun ajaran baru dengan konsep yang lebih matang dan terencana. Tahapan refleksi akhir semester akan dijadikan acuan pelaksanaan pembelajaran di semester berikutnya. Dengan mengagendakan kegiatan sharing dan kolaborasi bersama antar guru mata pelajaran, walaupun dalam jaringan atau online.
Ada agenda untuk mensosialisasikan budaya positif kepada semua pemangku kepentingan sekolah untuk mengimbaskan disiplin positif pada peserta didik, dan membiasakan selalu komunikasi dua arah dengan anak sebagai bahan untuk aspirasi perbaikan ke depannya.
Dokumentasi

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Masya Allah...Inspiratif
Woow... Mantaabb.. Salam Sukses.Apakabar Al Hikmah? Sy pernah berkunjung ke TK dan SD Al Hikmah.Silaturrahmi ke sana
Subhanallah... Waaaarrrrrbyasssssaaaa.... Barokalloh.....
Sarapan virtual. Seru juga ya. Keren Salam sukses.