Pahlawan yang hebat

Pagi hari ini, Tak sengaja diri ini gemetar dan menetes kan air mata.
Di saat melihat satu artikel tentang mahasiswi yang meninggal akibat penyakitnya.
Padahal seorang mahasiswi ini hanya tinggal menyematkan gelar sarjana..
Memang umur tidak ada yang mengetahuinya selain Allah Swt,di dalam posisi apa pun kita entah kita berada di puncak ke jayaan, berada di ke sengsaraan apa bila Allah sudah berkehendak apa lah daya diri kita hanya bisa menerima dengan lapang dada.
Namun, kita hanya mampu berdoa kepadanya mudah mudahan kita kembali ke pada nya dalam ke adaan khusnul khotimah, AAmiin Ya Robbal alamin.
Yang membuatku merasa bergetar adalah ada sesosok pahlawan bagi anaknya (hati ini menangis) yang datang ke acara wisuda anaknya, yang seharusnya di hari itu Bahagia, namun di limuti kesedihan yang sangat Luar biasa.
Dalam hati seorang ayah berkata, Nak aku di sini menghadiri acara wisuda bukan sebagai menemani mu wisuda Tapi melainkan mewakilkanmu wisuda (terkoyak koyak hati ini sejenak), dan ayah berkata lagi di sini aku melihat kebahagiaan seorang ayah dan Anaknya, Namun ku bahagia juga tapi sesekali mengusap air mata yang tak sengaja menetes ke pipi, Namun aku harus kuat untuk anak ku tercinta..
Dari kejadian itu aku juga merasakan bagaimana hati seorang ayah, dan waktu aku wisuda di smp dan smk tanpa di hadiri ayah karena beliau sudah tiada di saat aku masih kecil, bagaimana rasa nya di hari bahagia tanpa kehadiran orang yang aku sayang sungguh menyayat hati.
Mudah mudahan kita dapat memetik hikmah dari kejadian ini dan menjaga kesehatan kita semua.
Salam Rindu untukmu pahlawan,
Ngejos Jos Jos ayahku..
I Love you my Father
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Luar biasa, tulisan yang menggugah rasa untuk selalu mengingat Sang Khalik, karena kematian itu pasti. Sukses selalu dan barakallah fiik
Terhura aku om Rajan.. Allahuakbar..
Sue nih orang
Iya bunda semuanya akan kembali kepadanya, maka kita harus segera memperbaiki diri karena kematian tiada yang mengetahuinya
Betul pak sebuah kenangan yang akan selalu menemani kapan pun..
Semangat terus Bang Rajjan. Mengenang masa lalu merupakan sebuah barometer untuk menuju ke arah yang lebih baik...( Massya Allah)