
Diskusi Kelompok sebagai Salah Satu Pendekatan Pembelajaran Berpusat pada Siswa
Setiap anak terlahir sebagai limited edition. Artinya tidak ada anak yang sama meski kembar identik sekalipun. Bahwa setiap anak memiliki karakteristik sendiri yang tidak dimiliki oleh anak lain. Konsep ini yang diusung dalam pembelajaran berpusat pada siswa ( Student Centred Learning).
Sistem pembelajaran berpusat pada siswa merupakan pembelajaran yang memberikan ruang pada siswa untuk belajar menurut karakteristiknya yang meliputi ketertarikannya, potensi pribadinya, dan bagaimana cara ia mengikuti pembelajaran.
Karena setiap anak terlahir unik dengan kepribadiannya masing-masing maka guru dalam hal ini berperan sebagai fasilitator dan motivator yang mampu membangkitkan ketertarikan dan minat siswa pada materi pembelajaran dengan berbagai metode pembelajaran sehingga siswa dengan keunikannya masing-masing akan menemukan metode belajar yang paling sesuai baginya.
Karakteristik yang dimiliki siswa antara lain kemampuan intelektual yang berbeda yang ada di antara mereka. Ada yang secara mandiri dapat dengan mudah mengerti materi belajar hanya dengan mendengar, membaca, melihat, menonton video ataupun langsung dapat menirukan demonstrasi keahlian tertentu. Sebagian yang lain harus dibantu oleh orang lain seperti dengan teman-teman, guru, orang tua, saudara ataupun bekerja sama dalam suatu kelompok belajar.
Sistem pembelajaran berpusat pada siswa ini sebenarnya bukanlah metode baru. Sebelum kurikulum 2013, metode hampir sama seperti ini sudah ada dengan nama CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) di tahun 1984. Kedua sistem pembelajaran ini berorientasi pada siswa.
Di lapangan, kelemahan menjalankan sistem ini adalah rendahnya minat baca siswa sehingga pada umumnya siswa terus mengharapkan pengajaran dari guru. Padahal seharusnya mereka terlebih dahulu membaca materi, menemukan masalah dan menanyakan apa yang tidak dipahami. Sebagaimana konsep pembelajaran yang diwujudkan melalui kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasi, yang kemudian disebut dengan pendekatan saintifik.
Kelemahan tersebut membuat pembelajaran terasa berjalan lambat karena hanya sebagian kecil yang dapat mengikuti pembalajaran dengan sistem student centred learning ini. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan membuat diskusi kelompok. Hal ini sesuai dengan penyempurnaan pola pikir Pembelajaran Berpusat Pada Siswa yang merupakan ciri Kurikulum 2013, yang tertuang di dalam Permendikbud No.70 Tahun 2013 adalah : Pola belajar sendiri menjadi belajar kelompok (berbasis tim). Dengan demikian siswa akan dapat saling mengisi satu sama lain.
Dalam hal ini, guru dituntut harus mampu membuat siswa bisa melewati semua tahapan pendekatan saintifik yang harus dirasakan siswa baik secara individual maupun dalam kerja kelompok di mana semua anggota harus bisa berkolaborasi dan berperan aktif.
Sejatinya, ada banyak metode pembelajaran yang dapat diaplikasikan sehingga tujuan pembelajaran tercapai.
Sumber referensi :
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pembelajaran_berpusat_pada_siswa
https://belajarpedagogi.wordpress.com/pendekatan-mengajar/pembelajaran-berpusat-pada-siswa/
https://edukasi.okezone.com/read/2014/12/14/65/1079116/kurikulum-pendidikan-cbsa-hingga-2013
#edisikuatkanhatire10#
Langit Biru di Sekolahku, 16 Januari 2022





Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Keren ulasannya Bapak
Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah. Jazakillah khoir sudah mampir di tulisan sederhana ini. Ma'af....,Bu. Gen saya 100% XX alias perempuan. Emak-emak..., Bu...bukan Bapak-bapak. Hehehe. Salam kenal dan salam literasi dari Medan. Semoga sehat, bahagia, dan sukses selalu. Barakallah..., Ibu.