A. Puspitaning G.D.L

Staf pengajar di SMP/SMA Kristen Kanaan Cianjur ...

Selengkapnya
Navigasi Web
260B

260B

Memulai malam dengan perjalanan kembali. Malam ini tidak berbintang, bahkan beberapa kali ditemani hujan lebat di beberapa daerah yang kami lewati sehingga kecepatan kendaraan pun harus dikurangi. Kantukpun mulai datang di tengah-tengah perbincangan. Sesekali tertidur dan tidak nyambung dengan perbincangan. 

Setelah sekitar 3 jam perjalanan kami pun memutuskan beristirahat sejenak di rest area 260B  daerah Brebes. Ini adalah kali pertama saya singgah di rest area ini. Pertama kali masuk setelah parkir terlihat ruang kaca semacam kebun binatang mini berisi burung merpati dan beberapa jenis burung lainnya. Di sampingnya terlihat ruang-ruang kecil dari batu bata, yang saya kira tempat binatang lain layaknya di kebun binatang. Kemudian kami lihat pula kios-kios oleh-oleh, makanan, minuman, dan soevenir. Karena ini di daerah Brebes kami tidak melewatkan untuk membeli telur  asin sebagai makanan khas Brebes. Dari informasi yang kami peroleh dari penjual tersebut, ternyata rest area ini unik. Mengapa dikatakan unik? Rest area ini merupakan bekas pabrik gula Banjaratma yang didirikan pada tahun 1908 oleh perusahaan perkebunan yang berpusat di Amsterdam Belanda, NV Cultuurmaatschappij.

Untuk menghilangkan kantuk, mampirlah kami ke kedai kopi yang menyediakan berbagai jenis minuman kopi dan coklat. Menurut informasi penjual kopi yang ditawarkan ini berasal dari Sidikalang Sumatera. Sambil menyeruput kopi, kami pun bertanya tentang bekas pabrik gula ini. Pabrik gula Banjaratma ini mulai tidak beroperasi sejak tahun 1998, jadi pabrik gula ini berhenti beroperasi setelah 90 tahun berdiri. Beralih fungsi sebagai rest area sejak 2 bulan sebelum lebaran tahun 2019 yang lalu atau hampir satu tahun ini. Luas daerah rest area adalah 10,6 ha dengan luas bangunan utama 1,4 ha.

Pengelola masih mempertahankan beberapa bentuk bangunan ini. Seperti bangunan ruang kecil-kecil yang kami lihat di awal ternyata adalah tungku-tungku. Atap yang tinggi menunjukkan juga bangunan itu masih asli peninggalan jaman Belanda. Terlihat juga mesin pabrik yang dipajang dan menjadi spot foto-foto pengunjung. Terdapat juga lokomotif, air mancur dan masjid. Fasilitas toilet yang gratis dan bersih juga kami temui di sini. Di ujung bangunan terdapat pula taman. Bagi yang suka foto tempat ini memiliki banyak spot foto yang bisa dijadikan objek. Kami pun sempat mengambil beberapa objek foto di sini. Untuk kios-kios sendiri belum sepenuhnya terisi. Sambil berjalan-jalan kami mengelilingi area dalam rest area ini. Di luar bangunan utama, di area parkir kami bayangkan tempat ini pasti penuh kendaraan saat liburan lebaran atau akhir tahun. Waktu pun terus berjalan dan kami harus melanjutkan perjalanan kami dan meninggalkan rest area 260B ini. Kembali kami menyusuri jalan tol yang panjang, berjalan di antara bus malam. Selamat beristirahat di sisa malam ini. 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post