Putih, Engkau Dimana?
TaGur-609 (210)
“Si putih bandel, Bu, mainnya entah kemana-mana.”
Fia mengadu perihal ayam putihnya kepada ibu.
Ibu yang lagi istirahat siang itu jadi tersenyum. Fia, Uni Shifa dan Adit dipandanginya bergantian.
“Sudahlah, Nak, meskipun siang hari si putih tidak kelihatan, tapi malamnya ia tetap pulang,” ibu menenangkan Fia.
Fia hanya terdiam mendengar ucapan ibu. Wajahnya masih terlihat lelah, setelah berkeliling komplek mencari ayam putihnya itu.
Tiba-tiba mata Fia tertuju pada galon kecil bekas tempat air zamzam. Galon itu berisi kelereng Fia yang lumayan banyak jumlahnya. Kelereng itu sudah lama dikumpulkan Fia, juga ada yang dibelikan ibu.
“Uni main kelereng yuk!” ajak Fia menoleh pada Uni Shifa.
“Ayok, siapa takut,” jawab uni tertawa.
“Adit juga ikut,” timpal Adit yang tidak mau ketinggalan juga.
Akhirnya beberapa kelereng mereka keluarkan dari galon. Kemudian sebentar saja ketiganya telah asyik main kelereng. Sejenak mereka lupa dengan ulah si putih. Bersambung.
Kinali, 15092021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar