Puspa Anggraheni

Biografi S. Puspa Anggraheni , Purbalingga I Purbayasa....

Selengkapnya
Navigasi Web

Hikmah Guru Budi

Hikmah Guru Budi

Mari kita mengingat kembali fittrah kita. Bahwa manusia diciptakan untuk bahagia, namun saat ini kita sering merasa kurang bahagia.

Mengapa ada seseorang kurang bahagia, bahkan merasa tidak bahagia? Jawabnya perlunya seorang guru mulai beralih dalam proses pembelajarannya.

Gurulah sebagai pelaksana pembentukan karakter, meski ada pihak lain yang bertanggungjawab yaitu orang tua dan lingkungan. Sehingga kita melihat peran yang telah diamanatkan sebagai agen perubahan budaya. Peserta didik butuh keterampilan bagaimana membuat dirinya bahagia.

Bagaimana guru bisa mengajari hidup bahagia? Tentu harus diawali dengan membahagiakan diri guru itu sendiri.

Semua orang ingin bahagia. Bahagia itu sulit. Bahagia itu milik orang yang serba ada. Benarkah pendapat ini? Silahkan dijawab dengan hati nurani terdalam Anda? Ternyata jawabnya 'belum tentu'.

Bahagia yang semua orang ingin memilikinya itu tidak di banyaknya finansial, tingginya jabatan, tercapainya cita-cita, tercapainya semua keinginan. Namun bahagia itu sangat dekat dengan diri kita sendiri.

Iya, bahagia itu ada di dalam hati kita. Kitalah yang memilih untuk bahagia.

Kehidupan ini hanya ada dua hal yang selalu hadir pada setiap orang yaitu yang menurutnya menyenangkan dan menurutnya tidak menyenangkan.

Kita merasa semua yang menyenangkan itu baik (karunia Allah), sebaliknya sesuatu yang tidak menyenangkan menyebutnya ini buruk (musibah).

Nah, ini dia masalahnya. Kita selalu mencari apa saja yang menyenangkan hati. Kita beranggapan bisa bahagia dengan mencari kesenangan duniawi.

Faktanya manusia tidak pernah puas dengan apa yang didapatkannya. Sudah punya rumah, masih ingin punya rumah lagi dan lagi. Punya motor ingin mobil, sudah punya mobil ingin mobil yang lebih bagus lagi dan seterusnya.

Sama juga di sekolah, guru meminta siswa mengejar prestasi dengan nilai yang tinggi. Karena beranggapa jika nilai siswa tinggi, prestasi di segala bidang kelak memilki pekerjaan yang bagus dengan gaji yang besar, dengan tempat kerja yang nyaman dan sebagainya. Karena guru beranggapan hal itu menjadikan hidup bahagia.

Oleh karena itu, mari kita ubah cara pengelolaan pembelajaran yang selama ini belum mengajari makna hidup bahagia.

Apa bahagia itu? Bahagia itu sebuah rasa di hat yang nyaman.

Sedangkan rasa nyaman itu diperoleh dengan jalan melatih diri. Melatih diri yang bagaimana?

Pertama, cermati seluruh bagiian tubuh kita. Mulai merenungkan diri betapa karunia penciptaan yang sangat dahsyat. Coba andai kita diciptakan sebagai hewan atau tumbuhan. Dengan itu, apapun yang telah menjadi fisik kita, ya diterima dengan syukur.

Kedua, berlatih menerima semua kejadian baik itu yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan. Karena yang buruk menurut kitamungkin baik menurut Allah, sebaliknya yang baik menurut kita mungkin justru buruk untuk kita. Karena sesungguhnya manusia tidak tahu apa-apa. Tuhan menciptakan manusia dan mengurus semua yang dibutuhkan.

Coba saat kita tidur, tanpa kita meminta dan berusaha, Allah tetap memberi kita kemampuan bernapas, jantung tanpa henti memompa darah sepanjang hidup kita.

Ketiga, sebaiknya guru juga melatih keterampilan menerima ini setiap hari. Ketika menemukan peserta didik yang beda perilakunya, lihatlah sebagai karunia Allah yang dengan ini meminta pertolongan Allah untuk membawa mereka ke jalan Allah. Hilangkan rasa yang langsung menilai negatif. Ingat yang kedua tadi, hanya Allah yang tahu mana yang baik dan buruk bagi kita.

Keempat, setiap diri kita diberi kekuatan fisik, kekuatan pikiran dan kekuatan hati. Ketiganya saling mempengaruhi. Jika hati kurang bahagia, pikiran tak bisa melihat bahwa semua peristiwa harus diterima. Karena hati dan pikiran tidak mampu menerima maka fisik yang sakit/agresif/lemah tak berdaya.

Sebagai contoh,

1. Menerima fisik

Nick Vujicic

Terlahir tanpa tangan dan kaki yang sempurna, awalnya ingin bunuh diri sebelum mau menerima dirinya. Setelah Dia bisa menerima dirinya ternyata bisa menjadi sarjana dan menikmati kebahagiaan hidupnya.

2. Menerima peristiwa atau kejadian. Seorang guru yang mampu menerima semua peserta didiknya, Dia akan mampu membimbing mereka.,karena di dalam hatinya yakin dan pasrah pada Allah. Hanya Allah yang bisa membolak-balik hati.

Selain itu jangan remehkan kekuatan hati, karena kekuatan hati itu lebih dahsyat daripada kekuatan lisan.

Kita bisa melatih keterampilan ini dari hal-hal yang kecil. Misal udara panas, dengan mencari manfaat, bisa mengeringkan pakaian. Ada hujan turun, manfaatnya apa?teruslah mencar manfaat dari sebuah peristiwa.

Pada akhirnya, kebahagiaan itu muncul dari rasa syukur dengan cara menerima ketetapan Allah.

Bapak Budi telah tiada, itu sudah kehendak-Nya. Karena Allah tidak akan menangguhkan atau mempercepat kematian walaupun satu detik. Rezeki, umur, dan jodoh sudah ditetapkan oleh Allah.

Hikmah dari kejadian ini, kita sebagai guru bisa memulai melatih siswa kita untuk bisa menerima setiap peristiwa dengan syukur dan mencari hikmahnya.

Tak perlu menyalahkan siapapun, karena bukan wilayah kita, Allah pasti menjadikan peristiwa Pak Budi adalah terbaik bagi Almarhum. Semoga Allah menerima semua amal baiknya dan mengampuni semua dosa-dosanya aamiin.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Amin YRA. Keren! Menjadi bahan introsfeksi diri. Makasih, Bu!

09 Feb
Balas

Sama2 bunda...semoga tulisan sy bermanfaat.

09 Feb

Bahagia itu adalah pilihan

06 Feb
Balas

Iya bunda, kits yang memilih bahagia.

06 Feb

Aamiin....Subahanalloh...teruslah mencerahkan bu puspa!!!

06 Feb
Balas

Aamiin...in sya Allah bunda...terimakasih kunjungannya.

06 Feb

Subhnallah. sangat bermanfaat bunda.

06 Feb
Balas

Aamiin...terimakasih bunda atas kunjungannya.

06 Feb

Alhamdulillah. Hari ini ada pelajaran berharga. Menerima siswa-siswi kita apa adanya, dan membuatnya menjadi lebih baik. Matur nuwun bu. Mantap.

06 Feb
Balas

Aamiin...in sya Allah, ini sy tulis di rumah sakit.semoga bermanfast

06 Feb

Mskipun sulit...bahagia saat hati sedih...smg bisa...

07 Feb
Balas

Yakinlah bisa, semua yg terjadi di luar diri kita adalah cerminan dalam diri kita, begitu kata guru saya hehehe

07 Feb

Mba anita klo pingin belajar menemukan rasa bhgia ketika sedih?ikutlah workshop hypnoterapi

07 Feb

Setuju bu puspa... bisa dijadikan penengah

06 Feb
Balas

Aamiin...iya bunda, trmksh

06 Feb

Memang benar ... rezeki, jodoh, umur, nasib ... sdh di tetapkan Allah ... ketika umur kita 4 bulan dlm kandungan ibu ... mdh2 di beri yg terbaik. Sedang kebahagiaan tumbuh dr dlm hati ... dan tinggal dr sudut mana kita memandang kebahagiaan itu ....

06 Feb
Balas

Betul bunda...trmksh attensinya.

06 Feb

semoga kita menjadi guru yg bahagia dan bisa membahagiakan murid kita

06 Feb
Balas

Aamiin...semoga dikabulkan bunda , trmksih

06 Feb



search

New Post