
BIAS ASA
Awan berarak makin menjauh
Diantara duka dan gelapnya hati
Diantara hembusan embun pagi
Diri terjerat syair-syair kehidupan duniawi
*
Sejuta kekuatan dalam diri berontak
Bangun jangan biarkan diri rapuh
Dilindas pahitnya kehidupan
Berdiri ku bangun puing-puing asa
*
Merintih menangis kuhadapi dunia
Dalam lorong-lorong keraguan
Selalu kupecut diri tuk maju
Ku lukis sejuta mimpi yang harus ku raih
*
Getar hatiku selalu bersenandung diantara doa-doa
Bias asa tetap merambat diantara relung hati
Menyambut kehangatan mentari yang tersenyum
Bersama secercah harapan yang menerangkan
*
Gresik, 19 Februari 2023
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar