ENTAH ANTAH BERANTAH
OLEH: PARDI S. SALAMA
HARI KE 49
*
Waktu menjelang
Kelam menerjang
Dunia meremang
Mencoba berimbang
*
Khayalan datang
Berkecamuk rasa
Membuat bimbang
Dan harus memaksa
*
Entahlah
Antah berantah
Atau fatamorganalah
Membuatku resah
*
Penuh amarah
Dirundung gelisah
Resah menerpah
Ku ingin menyerah
*
Entah sampai kapan
Ku harus bertahan
Dalam ketidakpastian
Karena kehilangan
*
Parigi Moutong, 18 Februari 2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Kereeen puisinya, Pak. Salam literasi
Salam Literasi. Terimakasih Pak. Semoga Sehat dan Sukses selalu buat Bapak Bersama Keluarga Tercintanya
Penuh inspirasi p. Pardi. Luar biasa
Puisi penuh inspirasi pak Pardi. Luar biasa
Goresan dengan kata-kata singkat dan padat. Kata-kata terpilih menggambarkan rasa penyair. Sangat selektif. Mantap.
Menawan puisinya. Entah sampai kapan ... Tetaplah bertahan. Katena cinta tetap menjaga. Salam sukses selalu, Bapak.
Mantul puisinya pak, salam sukses selalu.
Puisi yang indah. Sukses selalu ya Pak.
Mantap sekali puisinya, Pak Pardi. luar biasa. Salam sukses selalu!
Penuh amarahDirundung gelisahResah menerpahKu ingin menyerah. Diksi yang sangat indah dan keren. sehat dan sukses selalu Dinda bersama keluarga tercinta.
Puisi yang keren, semoga selalu sehat dan sukses.