Surat Untuk Ayah
Mereka pergi, gumannya dalam hati ada rasa sedih dan menyesal karena membiarkan anak-anak yang masih kecil itu berjuang meraih masa depan dengan situasi yang keras. Dalam hati mengutuk diri sendiri yang terlalu lengah dengan kasih sayang terhadap istri. Sekarang dalam situasi yang sulit dan dirinya memilih pergi meninggalkan anak-anak yang tak bersalah dan belum memahami kenapa semua ini terjadi pada mereka. Asih sebagai anak yang paling tua harus tumbuh dewasa sebalum usianya dan beban yang ditanggungnya juga berat bukan saja masalah ekonomi namun juga pendidikan adik-adiknya.
Perlahan butiran-butiran bening itu mengalir dari sudut matanya, mencoba tegar dan tidak menyesal namun berakhir sia-sia. Dia kembali untuk menebus semua kesalahan yang telah terjadi, anak-anaknya ternyata harta yang sangat berharga bagi hati dan jiwanya. Kemaren sore saudaranya telah datang bersama istri dan anak mereka ke gubuk hutannya. Saat laki-laki itu tengah bergelut dengan tanah dan tanaman yang mulai rajin berbuah. Sudah beberapa kali panen sehingga dirinya dapat mengantarkan uang dalam jumlah yang menurutnya cukup untuk seminggu.
Akan tetapi saat mendengar cerita dari saudaranya tentang bagaimana tuan tanah yang kejam telah mengusir dan mengambil rumah mereka. Sekarang mereka bertiga hanya dapat pasrah, dan teringatlah laki-laki itu akan keluarganya yang juga tentunya bernasib sama. Dia marah pada saudaranya karena pergi begitu saja meninggalkan anaknya dalam ketakutan dan kebingungan. Hal itu yang mendorong kakinya melangkah menuruni gunung dan membawa sejumlah uang guna membantu mereka dari penagih hutang. Namun harapannya kini sepertinya akan sia-sia.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Mantap Uni. Lanjuut. Sukses selalu
Aamiin...tarimo kasih diak
Keren, ditunggu sambungannya.
siap umi,..terima kasih