Jalan Untuk Pulang
Darna mengusap keringat dingin yang membanjiri keningnya, rambutnya terasa lepet dan napasnya memburu. Denyut nadinya lebih cepat sementara dadanya terasa sesak, beberapa kali Darna membaca ayat pendek guna menghilangkan rasa takutnya. Namun tepat lima menit meninggalkan tempat dia berteduh awal, bayangan yang menakutkan itu menghadang langkahnya. Tubuhnya tinggi besar, orang itu menggunakan jaket tebal dengan leher ditutupi bulu.
Darna tak dapat melihat wajah orang tersebut dengan jelas, pantulan sinar bulan yang hanya setengah tak cukup baginya. Hal pertama yang dia kenali sosok dengan tinggi lebih kurang seratus delapan puluh itu memiliki bobot tidak kurang dari tujuh puluh kilo. Postur tubuhnya yang berisi dan cara berdirinya memperlihatkan jika dia memang ingin menggangu perjalan pulang gadis itu. Darna diam-diam memasang kuda-kuda.
Dugaanya tidak meleset, sebab bayangan tinggi tegap itu menyerangnya dengan membabi buta. Darna cukup kaget sehingga kurang menguasai keseimbangan. Gadis itu jatuh dan untungnya kotak dagangannya tertutup dengan baik, sehingga isinya masih tertata baik di dalamnya. Sebelum sempat memberikan perlindungan terhadap dirinya, sebuah tendangan mendarat di perutnya. Rasa sakit menjalar dengan cepat ke sumsum otak hingga gadis itu menjerit kesakitan.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Mantap kisahnyo Uni. Rancak bana. Sukses selalu
Aamiin...tarimo kasih diak
Semoga Darna bisa mengatasinya .... lanjut Uni.
Aamiin...siap umi