Penelpon Tak Dikenal
Hari ke-1892 tanpa jeda
Penelpon Tak Dikenal
Bagian 3
“Sudah ditangani tim medis, tapi sampai sekarang anak Bapak belum sadarkan diri.”
Mendengar suara orang itu seperti orang kantoran benar, dia juga menyarankan Zaki untuk ke Jakarta, tidak hanya menyuruh transfer uang serta kenal dengan nama Zaki, membuat Zaki jadi percaya. Lalu Zaki minta nomor rekening kepada penelpon tak dikenal itu.
“Agar saya segera mentransfer uangnya, minta nomor rekeningnya Pak.”
“Baik Pak, nomor rekeningnya saya kirim ke WA Bapak.” jawab penelpon itu dengan tenang tanpa membuat Zaki curiga.
“Terima kasih Pak” ucap Zaki seperlunya.
“Sama-sama Pak.” jawab penelpon tak dikenal itu.
Lalu dia memutuskan telponnya, tak berapa setelah itu orang tersebut mengirimi Zaki nomor rekening.
Untuk prinsip kehati-hatian, agar jangan sampai menjadi korban penipuan. Zaki menelpon anaknya dulu, yang dikabarkan kecelakaan itu. Baru saja dia menekan nomor handphone anaknya, sang anak sudah menerima panggilan dari Zaki
“Assalamualaikum, Nak”
“Waalaikumsalam, ada apa Pa menelponku, tak biasanya menelponku jam segini?”
“Kau lagi di mana Nak, dirawat di rumah sakit mana?”
“Papa nih ngomong apaan sih? Aku sehat-sehat saja Pa. Memang Papa suka ya kalau aku sakit? Sekarang aku lagi di kafe dengan teman-temanku untuk makan siang.”
“Alhamdulillah kalau begitu.” ucap Zaki bersyukur karena anaknya sehat-sehat saja.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Mantap kisahnya Pak Su. Karena memang banyak korban penipuan dengan alasan yang sama. Siapa yang tidak panik, manakala anaknya dibilangin lagi dirawat karena kecelakaan.. hehe. Lanjuut. Sukses selalu
Hehehe...Makasih Pak. Insya Allah siap lanjut, salam sukses
kisah yang sering ternjadi dalam kehidupan. Tertipu via WA. Seep kisahnya, Opa . Salam sukses.
Makasih Bu, salam sukses