Sepucuk Surat dari Regita (20 April 2022)
Sepucuk Surat dari Regita (20 April 2022)
"Assalamu'alaikum, selamat sore, bu. Gimana kabarnya? Semoga sehat. Ibu ini Regita, ada tugas akhir Bahasa Indonesia membuat teks biografi. Nah, terlintas ide buat jadiin ibu sebagai tokoh biografinya. Jika ibu berkenan, nanti ada beberapa pertanyaan yang mau Regita ajuin ke ibu. Terimakasih banyak sebelumnya. Semoga kebaikan mengelilingi ibu sekeluarga. Aaamiinn", pesan dari Regita alumni MTsN 2 Garut tertanggal 11 April 2022.
Saya bingung setelah membaca pesan tersebut tapi saat itu juga saya langsung menyetujuinya dengan cepat dengan niat agar Regita tetap antusias dan semangat dalam mengerjakan tugas sekolahnya. Kenapa saya bingung?, biasanya biografi itu kan karya sastra yang berisikan riwayat hidup seorang tokoh ternama. Terus saya ternama apanya?, jikalau saat itu saya mendebat atau menolak permintaan Regita maka saya tidak akan tahan melihat anak didik saya kecewa. Pertanyaan ulang di dalam hati saya saat itu, "siapa saya? saya punya apa? kan hanya guru pada umumnya seperti orang-orang kebanyakan sambil tertawa ha...ha...ha... Regita...Regita, kamu berlebihan nak!", saya bergumam sambil tersenyum lebar.
Setelah Regita menyiapkan daftar tanya jawab dan menyelesaikan tahap yang diperlukan, selanjutnya dia mengirimkan file tersebut kepada saya agar saya memeriksa kembali validitas datanya. Saya memeriksanya, saya perbaiki kesalahan penulisannya beserta sedikit info yang keliru lalu saya luruskan ulang. Selanjutnya saya kirim balik file tersebut ke Regita.
Saya pikir, rasanya risi juga ya dijadikan icon fenomenal oleh anak-anak Karya Ilmiah Remaja (KIR) angkatan tahun 2019-2021 yang dulu sempat saya bimbing termasuk Regita salah satunya. Dasar saya hanya menyimak dan lurus-lurus saja dengan apa yang mereka telah ucapkan tentang penilaian mereka terhadap saya yang telah tersedia dalam konten YouTube atas nama Nurul Jubaedah yang berjudul "syukuran para juara" yang disimpan di playlist Karya Ilmiah Remaja.
Pertanyaan berulang kali muncul di benak saya "Regita kenapa kamu tidak menulis biografi terkenal saja seperti B.J. Habibi, Soekarno, Hatta, atau tokoh-tokoh lainnya, kenapa kamu memilih menulis tentang ibu?". Anehnya saya tidak berdialog panjang dengan Regita saat itu dikarenakan sedang menulis beberapa artikel di mana konsentrasi saya tidak boleh terganggu, nanti garapannya lupa lagi dong!.
Refleksi
Setelah sekian lama saya menjadi seorang guru sejak tahun 2000 sampai sekarang, tentunya saya belum melakukan hal yang luar biasa karena di luar sana begitu banyak guru-guru yang melangit jasanya, prestasinya, pengorbanannya. Saya yang tidak ada apa-apanya ini ternyata masih ada orang yang mengakui kehadiran saya, menghargai apa yang telah saya lakukan meskipun hanya sedikit saja.
Saya cenderung melupakan kebaikan apa yang telah saya lakukan di masa lalu dan berusaha mengingat dan memperbaiki kesalahan apa yang telah terjadi dan telah saya lakukan meskipun saya memiliki keterbatasan namun, saya akan terus berusaha mengisi waktu, memanfaatkan sisa usia ini dengan hal yang bermanfaat bagi orang lain, tentunya semampu saya. Regita, terima kasih suratnya, ibu terharu.
Informasi tambahan untuk para pegiat literasi
Setelah membaca sekilas surat dari Regita barangkali para pembaca bertanya-tanya alasan munculnya Regita memiliki ide untuk menulis biografi tentang saya. Saya memberikan data-data berikut ini sesuai dengan data yang telah Regita terima tempo hari. Regita mengajukan beberapa pertanyaan perihal tulisan Biografi Nurul Jubaedah, S.Ag.,S.Pd.,M.Ag dan hasil pengumpulan datanya sebagai berikut :
Biografi Nurul Jubaedah,S.Ag.,S.Pd.,M.Ag
(Guru Sejarah Kebudayaan Islam di MTsN 2 Garut)
Nurul Jubaedah patut disebut sebagai guru segudang prestasi. Anak pertama kelahiran 19 Mei 1978 ini memiliki 3 orang anak, yaitu Rd. Arsyilia Putri Makin Nabila, Rd. Ali Ridho Makarim Nabili, dan Rd. Nabil Muntazar Huseini. Beliau lahir dari ibunda N. Nurhayati, S.Ag seorang pensiun guru agama di SDN 4 Cibatu dan almarhum ayahanda Rukman. Beliau memiliki 3 adik kandung yaitu Hendra Mulyana, S,Pd.I, Agus Mulyana, S.Pd.I, dan Fitri Shofiyatun Nafidzah.
Beliau lahir dan dibesarkan di Babakan Loa Cibatu Garut yang dekat dengan lingkungan pesantren sekaligus stasiun Cibatu.
Pendidikannya dimulai dengan menduduki bangku Sekolah Dasar di SDN Melong Asih Cijerah sampai kelas 5 SD kemudian dibereskan di SDN Cibatu 4. Setelah lulus SD, pendidikannya dilanjutkan ke jenjang pertama di SMP Negeri 1 Cibatu (1992).
Kemudian di lanjutkan ke jenjang atas di SMA Negeri 1 Cibatu (1995). Tak cukup sampai disitu, beliau melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi yaitu D1 Akuntansi (1995), S1 Kependidikan Islam (2001) di Universitas Garut, S1 Bahasa Inggris (2007) STKIP Siliwangi Cimahi, dan S2 Pendidikan Agama Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung (2012).
Pengalaman mengajar. Beliau sempat mengajar Bahasa Inggris di beberapa sekolah seperti di beberapa SDN (2000-2003), di SMP Sukasono (2000), di MTs & SMA Al-Hikmah Cibatu (2000-2010), dan di MTs Al-Hidayah Karoya (2010-2013). Selain sebagai guru Bahasa Inggris, beliau juga mengajar mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MTs Al-Hidayah Karoya (2010-2013) dan di MTsN 2 Garut (2013-sekarang).
Selain menekuni profesi sebagai guru, beliau pernah menjadi pedagang sekaligus merangkap membuka kursus Nabila English Course dan menjadi Asisten Dosen Bahasa Inggris di IAILM Suryalaya (2004-2008).
Jejak prestasinya dimulai sejak beliau menyusun naskah Penilaian Akhir Semester (PAS) di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Bandung Jawa Barat pada tahun 2017. Dilanjutkan dengan mengikuti tes seleksi pembuat kisi-kisi dan soal Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) tahun 2018 mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Beliau 1 dari 30 peserta yang lolos dalam tes ini. Dengan pesaing sebanyak 1.800 peserta Nasional dari berbagai provinsi di Indonesia.
Setelah itu, beliau melakukan workshop pertama kali yang diadakan di Kota Makassar dengan mengharuskannya naik pesawat terbang untuk pertama kalinya yang sebelumnya tidak pernah dinaiki sama sekali. Sampai beliau menjadi stres bukan yang penyebabnya bukan karena amanah yang akan diemban menjadi penulis Nasional melainkan rasa gugupnya harus membeli tiket penerbangan online dan membayangkan naik pesawat yang belum pernah dinaikinya dan berujung sakit perut namun tak ingin pergi ke toilet. Dalam kegiatan menyusun naskah UAMBN tersebut tak hanya dilakukan di kota Makassar namun di kota lain juga seperti Surabaya dan juga Bali.
Di tahun yang sama, beliau ikut serta dalam pendampingan kurikulum 2013 ARD di Makassar. Sepertinya, tahun 2018 ini menjadi masa yang cemerlang bagi sosok perempuan Tangguh seperti beliau. Di tahun yang sama, beliau ikut berkontribusi dalan konsinyering bahan pembelajaran PAI di Kota Bandung, di Yogyakarta, Bogor dan Malang.
Tak hanya sampai di situ, tahun ke tahun dibuat semakin gemerlang penuh rasa suka cita, pada tahun 2019 beliau melakukan workshop Karya Ilmiah Remaja yang diadakan di Kediri dari tanggal 4-6 Juli. Yang dimana saat pulang, beliau merintis sebuah kegiatan ekstrakulikuler tersebut di MTsN 2 Garut untuk pertama kali.
Pada awal kegiatan ekstrakulikuler sangat banyak peminatnya, karena ekstrakulikuler tersebut anti-mainstream di kalangan pelajar Madrasah kala itu. Terlebih lagi kegiatan ekstrakulikulernya yang berbasis media digital setara mahasiswa S1 membuat para anggota nya terdiam kaku saat melihat keyboard laptop.
Namun, semangat seorang wanita Tangguh seperti Bu Nurul yang sudah mengikuti workshop di Kediri dan memiliki mimpi untuk memajukan para pelajarnya di era digital membuatnya semangat sangat berkobar. Beliau tak henti mengajarkan ilmu-ilmu dasar karya tulis pada anggota yang dibimbingnya.
Beliau menjadi pembimbing yang memberikan motivasi bak sebuah lilin yang menyala ditengah mati lampu satu rumah. Dengan kerja kerasnya, beliau berhasil dalam menjalankan amanahnya sebagai pembimbing ekstrakulikuler di MTsN 2 Garut dengan membimbing 27 judul Karya Ilmiah kategori Sosial Budaya yang dapat menghantarkan para anggotanya pada Juara 1, 2, 3 juga Juara Harapan 1 kategori Sejarah, Geografi dan Ekonomi (tingkat Provinsi). Juara Harapan 1 dan 2 di tingkat Nasional (Juli 2019-September 2021).
Salah satu juaranya adalah saya sendiri yang menulis biografi beliau, saya merupakan anggota esktrakulikuler tersebut yang dibimbing langsung oleh beliau. Dengan hasil Karya Ilmiah sebanyak 6 judul yang diikutsertakan dalam perlombaan. Dan menjadi Juara 2 kategori Geografi pada Young Research Camp (YSC) pada tahun 2020. Jika bukan karena beliau, mungkin saya bukan siswa SMA Negeri 3 Garut saat ini.
Namun sekarang, beliau sudah berhenti menjadi pembimbing, dikarenakan ada aturan yang menghambat beliau dalam proses kegiatan ekstrakulikuler KIR tersebut dan memfokuskan diri pada hal-hal yang membuat beliau lebih maju dalam passion-nya. Atas prestasi yang segudang, beliau masuk dalam Guru Berprestasi tahap 1 di GTK Madrasah pada tahun 2021 juga lolos tahap 3 AKMI KSKK Madrasah di tahun 2022.
Sungguh memang sangat pantas, beliau dikatakan sebagai guru segudang prestasi bahkan lebih dari itu. Dalam proses pemfokusan pengembangan dirinya, beliau menemukan passion baru yaitu menulis juga membuat konten. Ini merupakan kegiatan yang ditekuni beliau setelah memutuskan untuk berhenti menjadi pembimbing ekstrakulikuler KIR. Beliau sangat aktif dalam menulis artikel baik di blog pribadi maupun blog nasional seperti kompasiana dan gurusiana yang terdiri dari 20 artikel terhitung dari Oktober 2021 hingga sekarang.
Mungkin sangat aneh, mengapa seorang guru agama bisa menulis artikel? Karena, beliau rajin mengikuti webinar-webinar. Bahkan tercatat beliau memiliki sertifikat webinar kurang lebih sebanyak 120 buah sebagai bukti fisik dari tahun 2020. Beliau juga gemar membuat konten video pendidikan di kanal youtube-nya yang saat ini terdiri dari 540 video pendidikan, sharing bahan ajar di grup whatsapp ataupun telegram, sharing metode belajar pada guru-guru di Nusantara.
Menurut saya pribadi, metode pembelajaran yang diterapkan beliau ini memang sangat mengagetkan bagi pelajar MTs, terlebih lagi kelas 7. Namun, ternyata itu salah, justru tujuan metode pembelajaran beliau bukanlah kesana. Beliau memiliki tujuan untuk membiasakan pelajar pada metode pembelajaran modern agar tidak berlarut pada metode kuno.
Memang berat, namun saat dijalani akan sangat menyenangkan. Inilah sisi keistimewaan beliau, berbeda dari yang lain dan mampu membawa pelajar pada modernisasi. Di samping itu, beliau aktif dalam menulis buku Antalogi. Tercatat dari bulan September 2021 sampai April 2022 ada sekitar 20 buku Antologi diantaranya ada yang sudah release.
Selain menulis buku antologi, beliau kini sedang menulis buku solo yang diprediksi akan selesai pada tahun 2023 nanti. Beliau menjelaskan dalam salah satu artikelnya, bahwa Perkasa bukan selalu bertubuh kuat, berotot besar dan berbadan tinggi kekar. Perkasa pada perempuan mengandung makna memiliki mental yang kuat, nyali yang besar, multitasking, percaya diri dan berani mengambil resiko. Dalam diri beliau, terdapat sosok Perempuan Perkasa yang sangat hebat.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Regita tidak salah milih orang. Bu guru dengan segudang prestasi. Baarakallaahu