5 Cara Menolak Insecure
Insecurity adalah perasaan tidak aman, malu, takut, cemas, dan tidak aman yang disebabkan oleh rendahnya harga diri. Hampir setiap orang pernah mengalami ketidakamanan, terutama ketika bertemu dengan orang-orang yang "lebih baik dari diri mereka sendiri". Hal Itu sangat normal dan alami.
Dalam banyak jurnal psikologi, wajar jika merasa tidak aman. Namun, hal ini tidak boleh terus- menerus terjadi. Padahal, setiap manusia terkadang membutuhkan rasa tidak aman untuk menjadi motivator pribadi agar menjadi lebih baik. Ada beberapa jenis ketidakamanan, termasuk ketidakamanan pekerjaan, ketidakamanan finansial, ketidakamanan sosial, ketidakamanan fisik, dan ketidakamanan hubungan.
Penyebab ketidakamanan yang pertama adalah kurangnya cinta dari lingkungan karena lingkungan yang baik yang penuh kasih sayang akan menciptakan interaksi sosial yang baik dan hangat. Kedua, sering gagal atau ditolak atau ditinggalkan oleh orang lain. Ketiga, semuanya ingin dilakukan dengan sempurna. Yang terakhir penyebab ketidakamanan adalah sering mendapatkan intimidasi, terintimidasi, atau diintimidasi.
Berikut ini 5 Cara Menolak Insecure :
1. Self awareness
Kesadaran diri adalah kesadaran untuk mencoba lebih memperhatikan pikiran perilaku, kata-kata, dan perasaan sendiri. Dengan kata lain, kesadaran diri adalah sikap melihat dan memahami diri sendiri. Siapa yang mengenal Allah, maka dia akan mengenal dirinya sendiri. Dalam QS Al-Hasyr ayat 19, Allah berfirman, "Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri."
2. Self love
Mencintai diri sendiri tidak berarti harus memuaskan semua keinginan anda. Mencintai diri sendiri menuntut anda untuk memperlakukan dan menerima diri anda dengan baik dan apa adanya. Mencintai diri sendiri adalah aspek penting dari kesehatan mental. Anda dapat menerapkan cinta diri dengan cara pertama, dengan merawat diri sendiri dengan baik. Kedua, fokus pada apa yang anda butuhkan daripada apa yang anda inginkan. Ketiga, olahraga. Keempat, berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Kelima, tidak peduli terhadap pendapat orang lain. Keenam, hindari teman yang toxic. Ketujuh, mengevaluasi perasaan takut. Kedelapan, berani tampil di depan orang banyak. Kesembilan, berbaik hatilah pada diri sendiri.
3. Self efficacy
Self-efficacy adalah keyakinan seseorang pada kemampuannya bahwa mereka dapat melakukan sesuatu atau mengatasi situasi bahwa mereka akan berhasil melakukannya. Keyakinan orang tentang kemampuan mereka untuk menghasilkan tingkat kinerja dan kontrol atas situasi yang mempengaruhi kehidupan mereka dan selanjutnya efektivitas mereka sendiri juga akan menentukan bagaimana perasaan, pemikiran, motivasi diri dan perilaku orang.
Seseorang yang memiliki sifat efikasi diri yang seimbang yaitu, pertama, adanya komitmen yang kuat terhadap manfaat dan kegiatan yang dilakukan. Kedua, cepat mengembalikan kebahagiaan dan melepaskan diri dari kekecewaan dan keputusasaan. Ketiga, mengembangkan minat terhadap aktivitas yang sedang dilakukan. Keempat, melihat tantangan sebagai sesuatu yang harus dikuasai.
4. Self esteem
Self esteem atau harga diri adalah pikiran, perasaan, dan pendapat seseorang tentang dirinya sendiri. Seberapa tinggi ia mampu menilai dan menghargai dirinya sendiri itulah yang disebut dengan self esteem. Ciri seseorang dengan harga diri yang baik yaitu pertama, dapat menolak permintaan orang lain jika ia tidak menyukainya. Kedua, tidak memikirkan pengalaman masa lalu yang negatif. Ketiga, ia dapat mengekspresikan kebutuhannya sendiri. Keempat, menerima kekuatan dan kelemahan diri sendiri. Kelima, memiliki kepercayaan diri yang besar. Keenam, memiliki pandangan positif tentang kehidupan.
5. Self forgiveness
Pengampunan diri adalah proses dimana pelaku menyadari kesalahan mereka, menghadapi emosi negatif yang disebabkan oleh kesalahan, dan memperbaiki kesalahan dengan mencoba untuk memperbaiki. Cara pertama untuk berlatih memaafkan diri sendiri adalah dengan menyadari bahwa kita telah melakukan kesalahan. Kedua, terimalah bahwa kegagalan tidak membuat anda menjadi orang jahat. Ketiga, belajar dari pengalaman. Keempat, menetapkan tujuan untuk masa depan. Kelima, berjanji pada diri sendiri dan orang lain bahwa anda akan berbuat lebih baik di masa depan.
Jika kita sudah paham dengan makna insecure dan solusinya mulai sekarang bertemanlah dengan orang-orang baik dan jangan lupa ubahlan insecure menjadi selalu bersyukur. Allah berfirman dalam surat Ibrahim ayat 7 : “Sesungguhnya jika kamu betrsyukur, niscara Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka azab-Ku sangat berat.”
Daftar Pustaka
Anastasia Pramudita.-Remaja Krisis Percaya Diri, Psikolog: Dukung Secara Emosional dalam https://www.quipper.com/id/blog/tips-trick/yourlife/mengenal-istilah-insecure-dan-memahami-tanda-tandanya/amp/ diakses pada Jumat, 21 Agustus 2020, pukul 08.15 WIB.
Ariadi, Purmansyah. "Kesehatan Mental dalam Perspektif Islam". Syifa‟Medika, Vol 3 No 2, Maret 2013. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang.
Gusriko Hardianto, Erlamsyah dan Nurfarhanah, “Hubungan Antara Self-efficacy Akademik dengan hasil Belajar Siswa”, Jurnal Konselor, Vol 3, No 1, 2014. (Sumatera Barat : Universitas Negeri Padang, 2014), h, 1, Diakses dari https://drive.google.com/file/d/0B3v8ZlyZnRsGaVdSOU50TmR3XzA/viewpada tanggal 22 November 2018.
Hanna Djumhana. 2005. Integrasi Psikologi Dengan Islam; Menuju Psikologi Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Muhammad Hasbi. 2002. Ilmu-Ilmu al-Qur‟ān. Semarang: PT Pustaka Rizki Putra. Bastaman,
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Kereeen ulasannya, Bunda. Salam literasi
Terima kasih atas supportmya pak, salam literasi!