Mbendol
Semilir angin menyapa daun-daun sawi yang menghijaukan hamparan tanah di kaki gunung ungaran. Tetes embun masih terlihat menempel di daun sawi. Dari sekian banyak tanaman sawi yang kulihat ada beberapa yang layu tidak seperti yang lainnya.
Aku: "Pak mengapa ada sawi yang layu sementara yang lainnya tampak segar?"tanyaku sambil mengernyitkan mata karena seberkas sinar matahari melewati pandanganku.
Bapak: "Oh, kuwi sawine mbendol. Deloken iki contone" jawab bapakku sambil memperlihatkan sawi yang dicabut dari tanah.
Setelah kulihat-lihat yang membedakan antara sawi yang sehat dan tidak sehat terletak pada akarnya. Ternyata sawi mbendol itu artinya akarnya membentuk gelembung yang agak besar dibandingkan dengan ukuran akar yang seharusnya. Itulah mbendol salah satu istilah dalam pertanian di desaku belum tahu apakah ditempat lain juga memakai nama yang sama. Seperti halnya tanaman problem kehidupan juga harus dicari akar masalahnya. Ups... ujung-ujungnya aku tak ingin ada mbendol dalam hidupku.
Kab. Semarang, 30 Juni 2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar