KERINDUAN SEORANG AYAH
Oleh Nur Sri Harijanti
Dalam sebuah keluarga hubungan batin antara bapak, ibu dan anak tidak bisa dipisahkan dengan cara apapun. Walaupun jarak memisahkan mereka karena keadaan, hubungan batin akan terus terjalin dan terasakan. Hubungan batin merpakan hubungan yang sangat misterius, hanya dimiliki dan dirasakan oleh mereka yang ada hubungan darah dan kedekatan secara emosional. Apa yang dirasakan dan terjadi pada bapak, ibu dan anak akan tersambung sekaligus dirasakan pula oleh mereka.
Inilah misteriusnya hubungan batin karena tidak membutuhkan alat komunikasi seperti surat, telfon, medsos. “Hanya antara Allah, aku dan dia”. Hubungan batin inilah yang menyebabkan anak tidak bisa berbohong pada orangtua. Bila anak dalam kesulitan banyak menghadapi masalah. Orang tua akan merasakan melalui mata batinnya. Akhirnya orang tua yang bijaksana hanya mampu bertawakal dan memanjatkan doa pada yang menguasai jagad raya, Allah SWT. Semoga kesulitan yang dihadapi anaknya, bisa terurai dengan baik, dan Allah menunjukkan solusinya. Aamiin.
Dalam hal ini, biasanya orang tua akan merasakan hubungan batin yang sangat mendalam terutama dengan anak pertama. Kehadiran anak pertama sekaligus merubah status orang tua menjadi ayah dan ibu. Karena anak pertama sangat diharapkan dan menyita perhatian sejak dalam kandungan sampai kelahirannya. Apabila sudah besar nanti diharapkan menjadi kebanggaan keluarga serta menjadi contoh bagi adik - adiknya.
Pada umumnya dimata masyarakat kita, memandang bahwa kebanggaan dan keberhasilan seorang anak hanya secara duniawi. Untuk itu guna mencapai keberhasilannya, orang tua merelakan anaknya pergi jauh merantau, mencari illmu, menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Dengan harapan di kemudian hari bisa bekerja dan mendapat gaji yang besar. Manakala pulang kampung bisa bercerita tentang pengalamannya. Secara tidak langsung masyarakat memandang dia sudah berhasil secara duniawi. Sehingga membanggakan keluarga dan orangtuanya.
Karena besarnya tanggungjawab sebagai anak pertama terkadang berfikir, bekerja terlalu keras dan melampaui batas. Tanpa memperhatikan kondisi kesehatan lahir dan batin. Saking sibuknya, berdampak pada kesehatannya yang mulai menurun dan tidak ada harapan pulang kampung lagi. Padahal batinnya ada keinginan kuat untuk pulang bertemu dengan orang tua. Hal ini juga dirasakan oleh orangtuanya. Kerinduan kepada anaknya hanya dirasakan didalam batinnya. Rindu ingin bertemu anak pertama yang dibanggakannya, tidak kesampaian. Ingin rasanya orang tua mendekapnya, sebagai bentuk rasa kasih sayang.
Lama kelamaan sakit anak kebanggannya semakin parah dan kompleks. Duh, sedih sekali hatinya. Akhirnya anak pertamanya berpulang pada Allah SWT. Rindu yang tak kesampaian diantara orang tua dan anak.
Kesempatan bertemu orang tua tidak banyak apalagi bagi kita yang sudah bekerja dan berumah tangga. Karena umur manusia tidak ada yang tahu dan ada batasnya. Ingatlah darah orang tua mengalir pada darah kita. Inilah ikatan yang tidak putus sampai habisnya masa.
Ada ibroh atau pelajaran dari narasi diatas. Apabila ada kesempatan, pulanglah sebagai bentuk bakti kepada orang tua sekaligus melepas rindu terhadap mereka. Apabila tidak ada kesempatan bertemu bisa bertutur sapa lewat handphone atau videocall, orang tuapun akan sangat bahagia. Sebelum ajal memisahkan, karena penyesalan tiada guna.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Masya Allah, Subhanallah. Semoga kita tidak mengalaminya
aamiin. terimakasih bu sudah mampir. salam litersi
Ulasannya mantap bunda. Sukses slalu
Terimakasih Bu Sitti.. salam literasi
Betul sekali bunda. Ditengah pandemi ini kita dapat memanfaatkan kemajuan teknologi seperti video call, sehingga akan tetap terasa dekat dan tenang karena dapat melihat kondisi orang tua. Sukses selalu bunda
Ya Bu Aria Mardiah.. rindu ortu... Terimakasih sudah mampir.. salam literas