Tak Ada Yang Abadi
Tantangan Menulis Hari ke -35 #TantanganGurusiana
Dulu kira-kira sepuluh tahun yang lalu saat pertama kali mendengar lagu band Peter Pan yang berjudul sama, saya langsung jatuh cinta mendengarnya. Menggambarkan tentang seseorang yang mencinta namun tak bisa berjanji akan selamanya mendampingi. Sungguh menyentuh jiwa. Saat gundah gulana, lagu ini saya putar. Menguatkan jiwa sendiri dengan liriknya bahwa segala sesuatu akan pergi, tak ada yang abadi. Masalah yang menimpa dan kesenangan yang sepertinya enggan pergi pada akhirnya akan berlalu. This too will pass. Begitu saya yakinkan diri sambil terus berupaya keras berprasangka baik kepada Allah. Bukankah Allah seperti yang disangkakan hamba-Nya?
Lagu ini terasa relevan dengan kepergian Ashraf Sinclair yang tiba-tiba. Kematian suami dari Bunga Citra Lestari (BCL) sungguh mengejutkan banyak orang mengingat selama ini Ashraf dikenal sebagai selebritis yang bergaya hidup sehat. Serangan jantung. Demikian diberitakan penyebab kematiannya Menggenapi kasus yang serupa seperti yang menimpa selebritis tanah air lainnya mulai dari Benyamin S, Basuki hingga Adjie Massaid.
Dan siapa yang tak mengenal pasangan Ashraf dan BCL. Terkenal sebagai pasangan yang harmonis, suami isteri berbeda kebangsaan ini sepi dari gosip miring. Mereka lebih suka menunjukkan eksistensi dengan karya ketimbang sekadar menjual sensasi. Terkesan bahagia dan saling memuja satu sama lain dalam setiap kesempatan. Acara perkawinannya megah dan berkelas. Saya sempat iri saat menonton resepsi mereka di televisi yang penuh hikmat bergaya Skotlandia. Setahun sebelum pernikahan mereka, pernikahan saya diadakan secara sederhana tanpa pesta. Mengkhayal seandainya saya dan suami yang di sana. Ah ini sih lebay abis hehe.
Tapi Allah punya kehendak. Setiap yang bernyawa akan mati. Begitu yang tertera dalam kitab suci. Ashraf dipanggilNya kembali. Meninggalkan keluarga yang sangat berduka dan kehilangan. Segalanya tinggal di dunia. Istri cantik dan anak yang sehat menggemaskan. Harta berlimpah dan kebahagiaan. Semuanya ditinggalkan. Hanya amal. Ya, hanya amal yang dibawa dan yang bisa menyelamatkan.
Karena sesungguhnya hidup ini hanya sebuah perjalanan. Perjalanan untuk mengumpulkan bekal untuk keabadian yang hakiki. Untuk berjumpa dengan Allah Azza Wa Jalla. Pertemuan yang kelak juga menuntut pertanggungjawaban setiap tindakan dan ucapan. Dan kita pun turut bersimpati kepada keluarga yang ditinggalkan seraya berdoa agar Allah menerima segala amal kebaikan almarhum serta mengampuni segala kesalahan.
Bagi saya peristiwa ini juga memberi perspekif baru. Bahwa tak hanya kehidupan, namun apa yang kita punya dan alami juga tidak abadi. Kekayaan dan kemiskinan. Kebahagiaan dan kesengsaraan. Kesenangan dan kesedihan. Semua akan berlalu. Karena tak ada yang abadi. This too will pass.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar