Bertemankan Hujan (Tagur 34)
Oretan hari ini ditemani dinginnya cuaca akibat hujan menerpa. Bukan hanya hari ini saja. Sudah beberapa hari ini hujan dengan setia menjadi teman perjalananku. Setiap pulang sekolah, tak bosan-bosannya hujan mengiringi langkah kakiku. Mungkin karena takut aku kepanasan. Ia tak tega melihatku kegerahan. Hingga sampai di tempat dimana aku menunggu angkot, ia masih saja menemaniku. Ah, jadi baper.
saat sedang menunggu angkot, tanpa sengaja mataku tertuju pada bus yang berhenti di depan masjid tak jauh dariku. Tanpa berpikir panjang, aku dan temanku langsung menghampiri bus itu tanpa memperdulikan pakaian yang semakin basah akibat hujan yang terus melanda. Hasrat hati ingin sekali segera sampai di rumah. berharap bus itu akan mengantarkan kami pulang. Namun, setelah kami berusaha naik ternyata pintu bus bagian belakang terkunci. Lalu kami berjalan menuju pintu bus bagian belakang, eh malah terkunci juga. Kami pun melihat ke arah masjid. Pemandangan yang kami temui rupanya pengemudi bus itu beserta pak kondektor Akas malah tertidur di serambi masjid. Hmmm.....payah....
Kami hanya bisa menghela nafas panjang. Akhirnya kami berdiri di depan bus itu untuk menunggu angkutan umum lainnya. Hujan masih saja menemani. Membuat tubuh kami menggigil kedinginan. Beberapa saat kemudian, tiba-tiba muncul Akas dari arah barat. Alhamdulillah.....kami senang sekali.. kami pun segera menyetopnya. Rasanya lega bisa segera masuk ke dalam bus.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Kereeen ulasannya, Bunda. Salam literasi!
Terima kasih apresiasinya pak Dede. Salam Literasi
Alhamdulillaah, lega rasanya, keren tulisannya, sukses selalu bu Chasanah
Terima kasih apresiasinya bunda Zuyyinah. Sukses juga untuk sampeyan