Nurfitriani

Nurfitriani Makkasau Ramli, lahir di Ujung Pandang yang sekarang lebih dikenal dengan nama Kota Makassar, Sulawesi Selatan, 19 Mei 1988. Saat ini mengajar di sa...

Selengkapnya
Navigasi Web

Pergi Rapi Pulang Berantakan. (Tantangan Menulis Hari Ke 33)

Tiap pagi sebelum ke sekolah dia berusaha untuk berpenampilan sebaik mungkin. Memastikan baju dan jilbab rapi serta harum, kaos kaki diganti. Wajah menarik tanpa harus menggunakan make up tebal. Di lemari selalu ada parfum dan digunakan tiap hari. Ditambah dengan sedikit sentuhan lipstik agar tidak terlihat pucat. Ritual terakhir sebelum berangkat, melihat duplikat diri di cermin. Ketika dirasa cukup, beri sedikit senyum menggerling membayangkan tingkah anak-anaknya yang lucu.

Sekitar 20 menit sampai akhirnya tiba di sekolah. Masuk ke kelas sambil mengendap-ngendap. Biasa anak-anaknya menunggu di pintu masuk, namun kali ini mereka asyik bermain di dalam kelas. Sampai akhirnya ada anak yang teriak,

"Ituuuuu,,,,, ibu guru sudah datang", teriak salah satu anak.

Sekitar lima orang anak berlarian memeluknya. Diliriknya jam di tangan, pukul 07.38. Satu anak mulai memeluk susah lepas. Entah kenapa anak ini senang sekali mengendus jilbab dan bajunya, bahkan kadang jilbabnya digigit-gigit. Sampai salah satu temannya bilang gini,

"Fatan seperti kucing bu guru", sambil tertawa berlarian.

Tidak lama, ada yang teriak lagi.

"Bu guru, mau pup", kata athwan sambil memasang muka memelasnya yang lucu.

Dia bergegas membawa Athwan ke kamar mandi. Ternyata pampers sudah penuh dengan pup. Okay, petualangan yang pertama dimulai. Belum juga sejam, yang tadinya harum mulai beraroma aneh. Namun dia terlihat sangat menikmatinya. Lalu anak yang pup tadi memberikan senyum terbaiknya, hatinya berbunga-bunga, seperti baru saja mendapat pujian dari suami tercinta.

Jam istirahatpun tiba, setelah makan, anak-anaknya berlarian ke halaman sekolah untuk bermain. Dan di dalam kelas, sisa makanan berhamburan, kursi dan meja berantakan, belum lagi sisa tumpahan susu dan air sup, dia bergegas untuk merapikan semuanya dalam waktu singkat. Kembali lagi, setelah semuanya rapi dia hanya berdiri dan tersenyum.

Tak lama kemudian, anak-anak mulai memanggilnya lagi.

"Bu guru, main yuk!"

Petualangan kedua pun dimulai. Jadilah dia sebagai zombie, kadang jadi monster atau penyihir jahat. Herannya peran yang dia terima tidak pernah menjadi princess yang cantik, selalu diberi peran antagonis. Kejar-kejaran, berguling di lantai, tarik menarik, jika bisa, mungkin dia akan jungkir balik untuk membahagiakan anak-anaknya. Semua tertawa riang gembira, dan dia kembali memberi senyum terbaik untuk anak-anaknya.

Jam sudah menunjukkan pukul 13.00. Saatnya pulang, dan apa yang terjadi, posisi jilbab tak karuan, helai rambut sedikit keluar, dalaman jilbab berbalik arah. Aroma badan bercampur antara bau makanan, susu, kadang ada yang muntah juga, bau pup, bau keringat, semuanya komplit. Dan apa yang dia lakukan, cukup berdiri dan tersenyum manis, apalagi saat mengingat perkataan salah satu siswanya.

"Bu guru, hari ini Fatan senang banget karena mama (nenek) yang jemput, jadinya masih punya banyak waktu lagi sama ibu guru"

Tiba-tiba haru mendengarnya, bukan lagi dengan senyuman indah, melainkan dengan mata yang berkaca-kaca.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post