Nur Fajrina

Lahir di Jogja, Agustus 1989. Mengajar di SMPN 2 Gunungsindur Kabupaten Bogor. Baru mulai menulis blog di Gurusiana pada Mei 2020 sebagai pengisi waktu di rumah...

Selengkapnya
Navigasi Web

Teman Baru (Cerpen Bag.2- Tamat )

( #Tantangan Gurusiana Hari ke 79 )

Cerita Fiksi

Judul : Teman Baru

Penulis:Nur Fajrina

Dani mengangguk. “Aku punya penyakit jantung sejak lahir. Kata ibuku, dari lahir aku sudah sakit-sakitan dan sering sesak napas. Tapi, ibu nggak ada uang buat periksa ke dokter anak. Baru pas SD ketahuan kalo aku punya sakit jantung….”

“Lalu….?”

“Ceritanya, guru aku curiga. Kenapa aku lemah banget. Sering pingsan di sekolah lagi. Pernah tiba-tiba kepalaku pusing, aku pingsan di kelas. Trus aku dibawa ke rumah sakit ini sama guru-guru. Dari situ, aku ketahuan punya sakit jantung. Akhirnya, sekolah membantu ibu dan bapakku untuk mengurus biaya operasi gratis. Tapi, antrinya lama banget sampai bertahun-tahun. Coba deh kalo kamu sakit pasti nggak enak Sin…kamu harus bersyukur.”

Sinta memperhatikan Dani. Senyumnya tampak pucat, matanya sayu. Ujung jari-jari tangannya tampak membiru. Pantas saja Dani hapal situasi taman ini. Rupanya Dani sering main di sini menunggu antrian periksa dokter spesialis.

Sinta sedih mendengar cerita Dani “Selama ini aku pikir aku anak paling sial sedunia karena badanku gendut.”

“Makanya kamu nggak boleh punya pikiran seperti itu. Coba deh kapan-kapan kamu perhatiin. Banyak pasien anak di rumah sakit ini yang nggak seberuntung kamu. Ada yang pakai kursi roda. Ada yang nggak bisa melihat…..”

Sinta terdiam beberapa saat. Benar Dani bilang.

“Terus kamu masih nunggu operasi Dan?”

Raut wajah Dani berubah sendu. “A-aku…aku sudah operasi. Setelah operasi, kondisiku sempat menurun. Nggak sadar berhari-hari di ICU….”

Obrolan mereka terhenti sejenak. Ponsel genggam di tas Sinta berbunyi. Lekas Sinta meraih ponselnya.

“Halo Mama! Iya..Sinta ke parkiran motor ya, nunggu di motor Mama!” sorak Sinta gembira.

Sinta menoleh ke arah Dani. “Maaf ya Dani, aku harus ke Mama sekarang. Sampai ketemu lagi. Semoga kamu ngga pernah sakit lagi Dadah…” kata Sinta buru-buru. Dani tersenyum sambil balas melambaikan tangan.

Waktu kian beranjak menuju petang. Sesampainya Sinta di parkiran motor, adzan maghrib berkumandang.

***

“Sinta tolong ambilin map Mama dong. Di lemari deh…” ujar Mama Sinta dari ruang tamu. Beliau berniat mencatat sesuatu di agendanya malam itu.

Bergegas Sinta mengambil map Mamanya. Karena terburu, ada sebuah foto terjatuh dari dalam map. Sinta memungutnya. Sepertinya ini foto anak yang mirip…Dani!

Sinta menghampiri Mama. “Ma, ini foto siapa? Tadi jatuh dari map”

Mama mengambil foto dari tangan Sinta. “Oh…ini..pasien..sebentar, mama cek di buku. “ Beliau membuka agendanya. “Dani Irawan. 10 Tahun. Oh, ini pasien bedah jantung anak. Minggu lalu meninggal di ICU.”

“Hah?!!!! Meninggal????”

“Iya. Setelah operasi kritis di ICU berhari-hari karena kondisinya makin lemah…. “

Sekujur tubuh Sinta dingin. Mendadak bulu kuduknya merinding.

Berarti yang tadi sore itu……

Dani memang sudah tidak sakit lagi dan sudah bermain di taman surga.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post