Diklat SAGUSABLOG Lanjutan
( #TantanganGurusiana Hari ke 90 )
Materi ini adalah resume dari salah satu diklat online dari IGI yang saya ikuti.
Ikatan Guru Indonesia (IGI) adalah organisasi profesional guru yang berdiri secara resmi sejak tahun 2009 melalui SK Kemenkumhan No. AHU-125 AHA 01 06 tahun 2009, Alhamdulillah saat ini sudah hadir di 34 provinsi. Kegiatannya difokuskan pada upaya peningkatan kompetensi guru.
Komitmen untuk meningkatkan kompetensi guru diwujudkan oleh IGI dalam berbagai kegiatan seperti Diskusi, Seminar, Workshop, Lokakarya, baik online maupun offline.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah Worshop Online “Satu Guru Satu Blog (Sagusablog)” yakni workshop membuat blog pendidikan untuk guru dan tenaga kependidikan.Peserta dibagi dalam banyak kelas di Telegram. Di sana ada pembimbingan dan modul pdf yang diberikan. Diklat SAGUSABLOG Lanjutan dikhususkan bagi peserta yang telah lulus Diklat SAGUSABLOG Dasar.
Materi 1 : Membuat Blog Guru dengan Blogger.com
“Weblog” atau blog adalah website atau jurnal online yang memuat beragam informasi serta menampilkan postingan terbaru di bagian atas halaman. Konten atau postingan blog diperbarui secara berkala, dan biasanya dikelola oleh satu atau sekelompok kecil user. Meski diatur oleh banyak user, misalnya, pikiran dan opini yang dituliskan tetap berfokus pada satu topik. Inilah pengertian dan definisi blog secara umum.
Materi 2 : Mengganti template blog guru dengan template dari pihak ketiga
Sagusablog.com menyediakan bahan template yang bisa diterapkan peserta. Tujuannya adalah desain blog yang bagus dan interaktif. Tidak monoton disimak.
Materi 3 : Mendesain header blog guru dengan Adobe Photoshop
Dalam Grup Telegram diberikan modul pdf. Di dalamnya berisi link aplikasi Photoshop yang bisa diunduh gratis serta berlisensi asli. Setelah itu, peserta berlatih membuat header (bahan disediakan) sesuai buku petunjuk.
Materi 4: Mengelola dan menghias blog guru
Posting artikel, gambar, teks, video ● Posting Laman ● Posting artikel dengan pemenggalan paragraf ● Membuat label/ kategori postingan ● Menambahkan widget-widget penting seperti: popular post, Daftar link, Statistik Blog, Kategori ● Membuat link dalam tulisan ● Membuat link download dari google drive ● Menyematkan dokumen di blog guru ● Membuat menu dan sub menu blog guru ● Mengedit slide gambar
Materi 5: Membuat soal online di Google Drive
Tujuannya agar siswa bisa mengerjakan soal online google form yang telah disematkan ke dalam blog.
Materi 6: Custom Domain dengan domain premium / domain gratis
Peserta berlatih merubah alamat blog agar ditujukan ke custom domain yang telah disediakan Sagusablog. Dalam Latihan ini, blog saya inasarah.blogspot.com diarahkan menuju link inasarah.igi.my.id
Materi 7: Monetize Blog
Peserta berlatih membuat artikel promosi produk sendiri atau hasil karya siswa di blog.
Materi 8: SEO (Search Engine Optimization)
SEO adalah singkatan dari "search engine optimization" (pengoptimalan mesin telusur) atau "search engine optimizer".Peserta berlatih membuat blog mereka menjadi terindex google agar lebih mudah ditemukan dengan kata kunci spesifik.
Adapun hasil Blog Lanjutan http://inasarah.igi.my.id/
Sekian , mudah-mudahan bermanfaat. Daftar jadi anggota IGI nggak bakal rugi. Website nya bisa diakses di http://igi.or.id/
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Wah, keren Bu Nu Fajri. Salam literasi, sukses selalu.
salam
wah ternyata byk juga asosiasi guru ya bu? tapi semua itu ternaung dalam PGRI kah?
banyak sekali Pak. kalau IGI fokusnya peningkatan kompetensi guru melalui berbagai diklat. beda naungan sama PGRI tapi pada prinsipnya semua bertujuan baik.