PENGALAMAN BERAGAMA
Pengalaman Beragama(Hari ke-4)
Oleh:Nur Faizah
Pengalaman agama seseorang dengan orang lain itu memang berbeda. Meski kadang pengetahuan itu sudah datang jauh sejak lama. Tapi menumbuhkan kesadaran diri itu lama sekali. Misalnya kita sudah tahu kalau sholat isyak itu dianjurkan dikerjakan sebelum tidur malam. Tapi masih ada diantara kita yang baru menyadari dan tergugah untuk melaksanakannya ketika kita usai kebagian kultum yang berjudul " makna sholat bagi kehidupan kita".
Ada pula yang sudah tahu kalau mau mendirikan sholat berjama'ah itu ada di dahului adzan dan iqoomah, setidaknya ada iqomah. Tapi bru tersentak menyadari bahwa iqomah itu penting dilakukan. Dan mencontohlah ketika menyaksikan anak anak usia di bawah baligh mau berjamaah membaca adzan dulu baru iqomah dan kemudian sholat. Nah itu gambaran kecil.
Masih banyak sekali contoh contoh perjalanan kita masing masing dalam menuju kesempurnaan manusia sebagai hamba Allah. Dan semua itu butuh proses. Kita tidak bisa memaksa diri kita sendiri atau orang lain untuk mengamalkan suatu ajaran itu dengan secepat membalikkan tangan. Tapi memotivasi diri maupun orang lain agar segera berubah menjadi lebih baik atau berkualitas itu perlu diusahakan.
Mengusahakannya bisa secara lahiri maupun bathini.
Kunci lain untuk menuju kesempurnaan adalah keterbukaan untuk menerima kebenaran, menjauhkan diri dari ujub dan kesombongan diri. Artinya bila yang kita perbuat adalah belum bisa mencapai yang sempurna pada kebenaran ajaran, maka tak perlulah kita mencari alasan demi pembenaran terhadap perilaku dan sikap kita.
Kebenaran ajaran jadikanlah ukuran atau standard, jangan dibawa ke ranah ittaba'alhawaa. Apa yang kita perbuat masih jauh di bawah standar maka jangan bilang yang kita lakukan itu sudah benar dan paling benar. Kecuali bila kita belum tahu yang sebenarnya, maka hanya dengan ampunan Allah yang bisa meringankan beban. Kita melangkah meninggalkan masa kejahilan menuju wawasan baru yang ditunjukkan dalam kitab yang telah lama diturunkan kepada sang utusan. Semakin tambah pengetahuan tentang isi kitabNya semakin haus kita untuk menimbanya.
Kita bersyukur dengan melalui kecanggihan tehnologi kita mudah dapatkan informasi apa saja. Cepat dan luas sumbernya serta beragam kemasannya. Demikian juga dengan pengetahuan agama yang sudah terlupa jadi terbaca atau terlihat lagi. Yang belum pernah tersentuh atau dikenal jadi bisa dipelajari.
(Maaf tulisan ini masih terpotong sampai di sini, bisa disambung lain hari)
Jombang Jawa Timur, 4 Januari 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Mantap ulasannya, Bu. Salam kenal dan salam literasi.
Terima kasih
Mantap ulasannya, Bu. Salam kenal dan sukses selalu, Bu.
Salam kenal balik, Bu Yessy
Iya betul....jalan hidayah itu masing-masing.Salam suksess Bun...
Terima kasih, siip
Lanjutkan
Dikomeni sendiri dulu, ya uploudnya mendekati akhir
Tulisan yg keren, bunda. Sukses selalu
Terima ksih,Ibu
Mohon lebih diperhatikan masalah penulisan kata depan, imbuhan, kalimat majemuk serta titik komanya agar tulisannya lebih baik lagi. Sukses selalu. Sudah saya follow ya...
Inggih, terima kasih
Keren, sekali sukses ya bu
Aamiin,
Keterbukaan untuk menerima kebenaran. Right. Keren Bu
Leres , Bu Riayatul