Novita Sari

Seorang guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Tanjung Jabung Barat...

Selengkapnya
Navigasi Web
Penerapan Strategi HOW Sebagai Senjata Pamungkas Wali Kelas
Dokumentasi kunjungan wali kelas 8A SMP 01 Tanjabbarat

Penerapan Strategi HOW Sebagai Senjata Pamungkas Wali Kelas

 

Di tengah pergolakan dan masa pencarian jati diri seorang remaja, peran wali kelas tidak bisa dianggap sepele. Bukan sekadar bertugas untuk mengatur absensi atau membagikan tugas, namun juga menjadi pilar penting yang menjaga keseimbangan dunia remaja, yang sering kali terombang-ambing antara masa kecil dan kedewasaan, terlebih usia remaja awal dan menengah pada tingkat menengah pertama.

Menurut Jean Piaget dalam teori perkembangan kognitif, masa transisi remaja dari usia anak menuju dewasa memiliki ciri khas, yakni kemampuan berpikir anak yang berkembang lebih abstrak, bernalar secara rasional, serta mampu membuat kesimpulan sendiri. Sementara itu, ciri umum remaja pada kondisi ini juga lebih mementingkan pertemanan dan cenderung egosentris.

Sebagai orang yang diperlukan untuk membantu mengarahkan remaja, wali kelas memerlukan strategi tertentu untuk menunjang keberhasilannya dalam menemu kenali minat dan pengendalian diri siswa. Strategi HOW dapat dijadikan salah satu cara untuk melakukan hal tersebut, berikut penjelasannya.

HOW merupakan singkatan dari Home Visit, Others, dan Will. Home Visit atau kunjungan rumah merupakan kegiatan kunjungan yang dapat dilakukan wali kelas ke rumah siswa. Hal ini dapat dilakukan minimal 1 kali dalam satu semester. Kunjungan rumah dimaksudkan untuk mendapatkan informasi yang valid tentang siswa dan lingkungan rumahnya, membangun komunikasi dengan orang tua, mengetahui kondisi keluarga sehingga dapat memecahkan masalah bersama serta langkah preventif siswa.

Jika kunjungan rumah biasanya dilakukan guru BK untuk memecahkan masalah yang sudah terjadi, maka wali kelas dapat menanyakan seputar 7 kebiasaan anak indonesia hebat serta menggali lebih dalam kebiasaan siswa di rumah. Dengan begitu, wali kelas mendapatkan gambaran umum bagaimana siswa sehari hari. Wali  kelas dapat memulai dengan memberikan sosialisasi kepada siswa maupun wali siswa tentang maksud dan tujuan, menyusun jadwal kunjungan (hari, tanggal, serta siswa mana yang akan didatangi) lalu membuat janji temu dengan wali murid, menyiapkan instrumen pertanyaan serta evaluasi dan catatan penting selama kunjungan rumah.

kedua, konsep the others dalam pascakolonial diartikan sebagai sesuatu yag lain yaitu hal yang berada diluar diri. dalam hal ini others  mengacu pada hal yang berada diluar individu siswa mulai dari teman akrab atau kelompoknya, hingga trend yang digandrungi siswa di kelas. Wali kelas perlu memetakan siswa secara individu dan mengamati hubungan sosialnya di kelas.

Terakhir, strategi will. diambil dari filosofi perwujudan Political Will atau kemauan politik yang merujuk pada kesediaan dan komitmen pemimpin untuk mengambil tindakan demi mencapai tujuan tertentu. Menurut Brinkerhoff, kondisi ini melibatkan usaha yang berkelanjutan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Sementara itu penerapannya dalam strategi pendekatan wali kelas ialah upaya wali kelas dalam mendengarkan siswa dan upaya untuk mencari solusi terbaik ketika terjadi masalah di kelas. Tingkat keberhasilan strategi ini bisa dilihat dari data yang didapat tentang siswa di rumah (apakah ada hal yang baru diketahui tentang siswa) lalu kedekatan wali kelas dan siswa atau wali murid, sehingga secara preventif mencegah permasalahan atau penanganan dengan lebih baik.

Tugas wali kelas tidak hanya menyelesaikan masalah sehari-hari. Kita harus mengajarkan nilai-nilai yang lebih dalam, nilai yang mungkin tidak diajarkan di buku pelajaran. Tugas mereka adalah memberi kesempatan bagi setiap siswa untuk menemukan potensi yang ada dalam dirinya, merawat rasa percaya diri mereka, dan membawa mereka melangkah dengan lebih pasti, walau dunia kadang terasa penuh ketidakpastian.

Sebagai seorang wali kelas, tugas kita adalah menjembatani antara dunia pendidikan dan dunia kehidupan, memberikan pelajaran yang tidak hanya dapat diukur dengan angka, tetapi dengan sejauh mana mereka dapat meninggalkan jejak positif dalam perjalanan hidup para siswa. Karena, pada akhirnya, yang terpenting bukan hanya soal apakah mereka lulus atau tidak, tetapi bagaimana mereka siap menghadapi dunia dengan segala tantangan dan peluang yang menanti.

 

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post