Serupa tapi tak sama
Ayah memperkenalkan dunia pada anaknya, ibu memperkenalkan anaknya pada dunia. Dalam kehidupan keseharian ibu dan ayah memiliki perbedaan sudut pandang, ayah tidak sama dengan seorang ibu, hanya saja mereka berdua serupa.
Bila mengenang kembali sosok seorang ayah untuk anak - anak penulis, seperti ungkapannya.." Nak kamu tidak boleh menikah sebelum kamu selesai pendidikan S2nya.
Alhamdulillahnya anak - anak penulis anak yang patuh kepada orang tua. Ketika anak anak sudah menyelesaikan studi S2 nya beliau ayahnya yang bingung sendiri...melihat orang yang lebih muda dari kami sudah memiliki mantu dan memiliki cucu.. anak - anak kami tidak hanya patuh kepada orang tua mereka pun taat terhadap agama " mereka tidak pacaran dan hanya sibuk dengan perkuliahan...dalam pandangan penulis kelak nanti pada waktunya jodoh itupun tiba.
Anakku yang ke dua perempuan, terlihat saat menyusun tesis dia bertemu sama teman lamanya saat mendaftar kuliah 2 tahun yang lalu, rupanya temannya laki - laki ini ingin mengerjakan tesis bersama -sama dan mengantarkan anakku selepas kuliah dari kampusnya menuju rumah kediaman kami, penulis melihat kenyataan ini, dan penulis menyapa temannya, ternyata temannya ini memiliki keinginan untuk melamar anak kami.
Kamipun sebagai orang tua berusaha dengan melaksanakan shalat istikharah ,agar mendapatkan petunjuk Allah Swt agar tidak salah langkah ketika mengambil keputusan untuk menikahkan putri kami kepada teman kuliahnya tadi. Pada tahun 2016 lalu, penulis menikahkan putri kami dengan seorang pemuda muslim berasal dari pulau sumatra utara, kebetulan ayah anak kami pun berasal dari sumatra..kamipun menerima lamaran dan melangsungkan pernikahan di gedung perremuan Eksekutif persada Halim perdana kusuma". Pucuk dicinta ulampun tiba..
Firman Allah dalam Al - Qur'an:
ومن ايته ان خلق لكم من انفسكم ازواجا لتسكنواليها وجعل بينكم مودة ورحمة،أن في ذالك لايت لقوم يتفكرون
"Dan di antara tanda - tanda kekuasaan Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri - istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar - benar terdapat tanda - tanda bagi kaum yang berfikir." QS Ar -Rum (30) :21
Menikah itu merupakan sunnah Rasulullah Saw. Sunnah apa bila dikerjakan mendapat fahala ( ganjaran yang baik), bahkan menikah itu adalah sunnatullah, karena Allah Swt menciptakan makhluk Nya berpasang - pasangan. Sedang Allah berlainan dengan makhluk. Dia tunggal dan tidak berhajat pada siapapun.
Dalam ayat di atas memberikan kesan bahwa Allah menyiapkan untuk seorang laki - laki berpasangan dengan perempuan juga sebaliknya, serang perempuan berpasangan dengan laki - laki..bukan laki - laki dengan laki - laki dan perempuan dengan perempuan ini bukan sunnatullah.
Allah menciptakan pasangan laki - laki dengan perempuan agar supaya kamu beruntung dan merasa tentram kepadanya dan Allah menjadikannya rasa kasih dan sayang, hal demikian merupakan tanda - tanda kebesaran Allah, bagi kaum yang berfikir dengan bersukur kepada Allah yang tak terhingga, anugrah pernikahan dari keluarga kami yang pertama dan keluarga besanpun yang pertama kali menikahkan putranya, Allah menyatukan dua keluarga ini saling melengkapi satu sama lain.
Kami semua berbahagia dengan bersyukur kepada Allah Swt Ternyata Allah mengabulkan do'a hambaNya, diusia pernikahan 2 bulan putri kami, Allah mengaruniai tanda - tanda kehamilan dan berjalannya waktu hingga lahirlah bayi laki - laki yang diberi nama Fatih Fauzan ( pembuka keberuntungan).
Suami penulis saat itu gembira luar biasa , karna selama ini cucu menjadi penantian panjang akhirnya didapatkan.
" Fabiayyi alai Robbikuma tukazzibaan"
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan" QS Ar - Rahman (55) : 13
Penulis merasa lega karna kewajiban sebagai orang tua terhadap anaknya sampai mengantarlan mereka kejenjang pernikanahan.
Masih ada tugas kami selanjunya menikahkan anak pertama kami, yang maşı blum mendapatkan pendamping hidup, dua tahun kemudian setelah pernikahan anak perempuan kami, maka tibalah jodoh tük anakku yang pertama. Yaitu tepatnya pada bulan mei 2018 pertemuannya şangat singkat 1 minggu sebelum Ramadhan taarrufan..setelah ramadan 6 syawal menikah , kami segrakan pernikahan itu mengingat kami akan menghadiri wisuda putri kami yang ke tiga di Istambul Turky bagian Eropa. Alhamdulillah sepulang kami dari menghadiri wisuda, kami kembali ke indonesia untuk tugas kami melaksanakan resepsi pernikahan anak kami di Asrama haji pondok gede jakarta.
Penulis sangat taajub dengan menyegerakan pernikahan dan resepsi pernikahan yang luar biasa mewah, dengan ucapan papan bunga yang sangat banyak, lebih dari 20 ucapan selamat berbahagia.
Terimakasih ya Allah anugrahmu tak terbayangkan.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar