Bungkam
Rembulan menyapa dalam gelap
mulut enggan berucap
Bintang berkilau terang
bibir bungkam ditelan malam
Rerintik hujan turun di sela-sela mata
temani hembusan angin melambai mesra
Andai waktu belum senja kudekap erat dalam buai
Kubiarkan melaju seperti roda berputar
Kala di bawah tersenyum dalam sayatan duka
Kala di atas terasa pilu terbungkus suka
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Keren menewen puisinya mbak. Sukses selalu
Terima kasih kak. Masih belajar. Mohon kritik dan sarannya.
Wow diksinya keren banget, Bun. Sukses selalu ya.
Terima kasih, Bun. Masih belajar mohon kritik dan sarannya, Bun
Keren
Terima kasih Kak mohon kritikan dan saran yg menbangun
Keren sekali tayangannya, mantap, sehat dan sukses selalu Bu Ninik
Makasih bund. Lama tidak online sedang bergelut dgn hal lain hehe
Makasih bund. Lama tidak online sedang bergelut dgn hal lain hehe
Makasih bund. Lama tidak online sedang bergelut dgn hal lain hehe
Mantap bunda puisinyaIjin follow ya jika berkenan follow back ya bunda
Baik saya folback untuk menambah kawan..