Neng Sri Purna,S.H,M.Pd

Bekerja sebagai Guru PPKN pada MTsN 8 AGAM, sejak tahun 2004. Tamatan Fakultas Hukum pada tahun 1997 dan melanjutkan pendidikan Pasca Sarjana pada tahun 2008 da...

Selengkapnya
Navigasi Web
Buta Membaca, Lumpuh Menulis
Picture: iStock

Buta Membaca, Lumpuh Menulis

Beberapa hari yang lalu, aku mendapatkan chat di WhatsAppku dari admin grup menulis yang aku ikuti ini, namun aku abaikan informasi yang diberikan admin kepadaku, untuk mengikuti acara yang diadakan oleh grup menulis ini bagi anggota grup.

Bukan tanpa alasan aku mangabaikan chat yang masuk tersebut, sebab setelah hampir 2 tahun lebih aku fakum menulis di grup menulis ini, membuat aku malas untuk berinteraksi dengan kegiatan grup yang akan dilaksanakan oleh grup bagi para penulis yang memiliki akun di grup menulis ini

Entah mengapa semangat menulisku raib ditelan waktu, sehingga akupun tidak pernah menguntit lagi tulisan-tulisan dari penulis lainnya, bahkan tulisan tersebut dibagikan di dinding FBku, namun aku lewati tanpa ingin sedikitpun untuk membuka dan membacanya. Mungkinkah aku sudah mulai kena sindrom buta membaca dan lumpuh menulis?

Kurasa memang itu jawabannya, sebab aku tidak lagi menjadikan literasi sebagai kegiatan wajib rutin harianku, seperti yang pernah aku lakukan tiga tahun lalu, disaat aku mengikuti challenge selama 365 hari untuk menulis dan challenge itu bisa aku taklukkan.

Tapi sayang seribu kali sayang, setelah challenge berlalu, motivasiku untuk menulis juga berlalu, seakan aku sudah selesai dengan tulisan-tulisan harianku. Aku abai dengan pembiasaan menulis dan membaca harianku, yang telah aku gembleng selama 365 hari lebih.

Begitu aku larut dalam kemalasanku untuk menulis dan membaca, tiba-tiba ada seseorang yang telah mencoba membaca artikelku di grup ini, dan seakan rekam jejak digital dari artikelku yang ada, membuat aku tersentak dan aku merasa ada sesuatu hal yang harus aku perjuangkan lagi.

Aku harus kembali menulis, aku harus kembali membaca, aku harus kembali aktif di grup ini, dan harus mampu menaklukkan kemalasanku dan aku harus semangat kembali seperti dulu. Aku tidak boleh abaikan nilai-nilai positif yang bisa aku kembangkan, yang aku miliki agar artikel ini bisa menjadi saksi bisu kalau aku ini pernah ada tersimpan secara histori digital.

Terimakasih buat seseorang yang telah mengintip artikelku dan begitu juga atas motivasi yang diberikan agar aku aktif menulis kembali. Bersyukurlah aku dipertemukan dengan orang yang juga seorang penulis, sehingga dapat menjadikan aku semangat kembali untuk menulis, sehingga aku tidak lagi buta membaca dan lumpuh menulis.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Hayuukk, Bunda. Semangaatt! Sy temani mnls. Sy sdh 4 th nls di blog tanpa putus

08 Jun
Balas

Salut buat bunda, gak kenal kata malas menulis...semoga semangat menulis bunda bisa menular yaaa...Terimakasih hadirnya bunda

08 Jun



search

New Post