Nanik Wijayanti

Nanik Wijayanti lahir di Yogyakarta tanggal 20 November 1972. Bertugas di SDN Tanjung Barat 09, Jakarta Selatan sejak Desember 2023. Sebelumnya pernah mengajar ...

Selengkapnya
Navigasi Web
Dibalik Nama Malioboro

Dibalik Nama Malioboro

Salah satu jalan paling populer di Indonesia adalah Malioboro. Siapa tak mengenal jalan Malioboro di Yogyakarta? Tak afdol juga bagi Anda yang bertandang ke kota ini dan tidak menyempatkan diri singgah di jalan yang lebih akrab sebagai pusat belanja dan pusat oleh-oleh dari kota Yogya.

Lokasi jalan Malioboro Yogyakarta juga sangat strategis, tepat di jantung kawasan kota Yogya. Berada di utara dari titik Nol kilometer, atau perempatan kantor pos yang melegenda. Hanya berjarak 100an meter ke utara dari alun-alun utara dan terus melintas sampai ke stasiun tugu Yogyakarta.

Lokasi strategis ini pula yang menjadikannya sangat mudah diakses oleh pengunjung. Jangan kaget kalau jalan ini bisa merupakan salah satu titik teramai di kota Yogya, bahkan bisa menjadi sangat padat di musim liburan dan akhir pekan.

Seiring dengan nama besarnya sebagai salah satu ikon wisata dari kota Yogyakarta, ada satu hal yang kerap mengusik pikiran kita. Dari mana asal muasal nama Malioboro? Adakah kaitannya dengan nama sebuah brand? Dengan nama seseorang atau justru berasal dari sejarah kota Yogya itu sendiri?

Beberapa orang awam memang mengaitkan penamaan Malioboro dengan seorang tokoh besar asal Inggris bernama John Churchill, yang memiliki gelar First Duke of Marlborough (1650-1722). Konon beberapa orang mengatakan bahwa pihak Keraton sempat dibuat terkagum-kagum dengan kiprah Inggris di kawasan Yogyakarta dan menjadikan salah satu nama tokoh besarnya sebagai nama jalan utama dari kota Yogyakarta.

Namun pandangan tak berdasar ini jelas terbantahkan oleh sebuah analisa dan penelitan yang diungkap oleh pakar sejarah dunia asal Inggris, Profesor Peter Brian Ramsey Carey. Dalam salah satu jurnalnya yang diterbitkan oleh Trinity College, Oxford, Inggris dimana beliau menjadi salah satu Emeritus Professor pada faculty of History disampaikan bagaimana sejarah dari penamaan jalan Malioboro.

Dalam ulasan tersebut dikisahkan bagaimana penamaan nama Ngayogyakarta adalah sebuah bentuk adaptasi dari nama kerajaan Ayodhya. Kerajaan ini adalah nama dari kerajaan tokoh Rama dalam kisah Ramayana. Kata Ayodhya dibaca menjadi Ngayodhya dalam lafas jawa. Dan kemudia diadaptasi menjadi Nyayogyakarta. Demikian pandangan Profesor Peter Brian Ramsey Carey yang kini juga menjadi Adjunct Professor di Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia.

Dalam kisah Ramayana,menurut pengisahan dalam kitab Ramayana dari abad ke 9, kitab Adiparwa dan Wirathaparwa dari abad 10 juga dikenal sebuah jalan yang menjadi jalur utama dan dipersembahkan sebagai jantung jalur istana. Di sanalah dijalankan berbagai seremonial kerajaan, jalur penyambutan tamu kerajaan dan jalur berkah yang menjadi pusat aliran berkah dari Tuhan kepada kerajaan.

Jalan tersebut dalam kitab-kitab ini memiliki nama Malyabhara. Dalam bahasa sansekerta, “malya” bermakna sebagai untaian bunga, dan “bhara” berasal dari kata “bharin” yang bermakna mengenakan. Jadi kata Malyabhara bisa diartikan sebagai jalan yang menyandang untaian bunga. Dan jalan Malioboro Yogyakarta ini sejak masa berdirinya kerajaan Ngayogyakarta hingga sekarang selalu menjadi lokasi jalur kirab atau seremonial, jalur penerimaan tamu kerajaan.

Salah satu pusat aktivitas ekonomi sampai menjadi bagian dari jalur garis imajiner antara laut selatan hingga gunung Merapi yang dianggap sebagai simbolik keberkahan dari keraton Yogyakarta. Sebuah fakta baru mengenai kisah latar belakang jalan Malioboro yang patut diketahui.

Sumber : https://www.sobatjogja.com/inilah-alasan-latar-belakang-penamaan-jalan-malioboro-yogyakarta/

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar

Mantap ulasannya, Bu. Salam sukses selalu!

25 Mar
Balas



search

New Post