MENGUSIR KESUNYIAN MALAM
Wahai sunyi, yang selalu membelenggu jiwaku
Kuingin melapukanmu dari ragaku
Karena kau telah melahap waktuku
Di dalam raga kesunyianku
Wahai sunyi, yang selalu rekat menudungi jiwaku
Pada setiap gerak langkahku
Dungunya aku tak bisa menengkari kepicikanmu
Karena engkau selalu datang pada saat yang tepat
Meski aku sudah berupaya
Tak pernah bertegur sapa denganmu
Namun kau terus memikat dan merajukku
Untuk terus mengikuti langkahmu
Setiap jejak yang tertuju melawanmu
Daya pikat kesunyian siap menerima serangan yang menjeratku
Terasa dingin,menggigil, gemetar tubuhku
Menarik tubuhku ke pembaringan yang sunyi
Wahai..
Kesunyian pergilah engkau dari sisiku
Aku tak mau kehilangan waktuku dengan percuma
Untuk terus mengejar cita-cita dan impianku
#24# NJ# Rangkasbitung,20 Februari 2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Wahai sunyi, yang selalu membelenggu jiwakuKuingin melapukanmu dari ragaku...Kereen..puisinya bunda Salam literasi
Terima kasih....salam literasi