KU TIKUNG DIRIMU DI SEPERTIGA MALAMKU (1)
MENGHINDAR
Tantangan ke-31
Oleh : Nani Aida
Kulajukan motorku secepat mungkin membelah jalanan yang setiap hari macet di mana-mana. Aku harus bergegas. Tadi pagi aku bangun kesiangan, sehingga harus terburu-buru berangkat ke sekolah. Aku harus sampai d sekolah, setidaknya lima belas menit sebelum bel tanda masuk berbunyi. Aku sengaja tidak mengerjakan pekerjaan rumah semalam, bukan aku tidak bisa, tapi aku ingin mencari-cari alasan supaya bisa meminjam buku prnya. Aku juga sekaligus bisa berinteraksi dengannya. Kadang aku sengaja mencari-cari kesalahannya, supaya aku bisa berdebat dengannya.
**********
“Ran, kenapa sih kalau diajak salaman ngak pernah mau ? malah menangkupkan tangannya kayak gitu”, protesku kesal. Rani, dia wanita yang ku taksir sejak aku mengenalnya di kelas 1 dulu. Aku sungguh bingung dengannya. Dia terlihat berbeda dengan teman-temanku yang cewek lainnya. Selain kerudungnya yang panjang, dia juga tak pernah mau jika diajak berjabatan tangan denganku dan teman laki-laki lainnya. Aku merasa dia pun menyukaiku. Sikapnya baik dan manis terhadap siapa pun, begitu juga padaku. Ada beberapa sikapnya yang aku yakin menunjukkan kalau dia punya perasaan lain terhadapku. Tetapi setiap ku ajak bicara kearah sana, dia selalu menghindar. Sejujurnya aku jadi semakin sangat penasaran padanya.
“Ditanya malah senyum. Tanganku ngak korengan lho…”
“Maaf, bukan begitu, kita kan bukan muhrim. Maaf aku ke perpus dulu ya”, katanya sambil berlari keluar dari kelas. Hal yang biasa dia lakukan jika aku berusaha mendekatinya ketika dia sedang sendiri. Dia selalu lari menghindar, seakan-akan aku seseorang yang dia takuti dan harus dihindari.
Aku hanya bisa menghela napas. Aku teringat perkataan Indah temannya yang kutanyai ketika aku penasaran dengan sikap Rani selama ini.
“Seorang muslim dan muslimah itu dilarang berkhalwat, karena yang ketiganya adalah setan “
“Berkhalwat itu apa sih Ndah ?”
“Berkhalwat itu, berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan, di tempat sepi atau yang tidak ada orang lain di sekitarnya”
“Memang kenapa ? kan kami ngak ngapa-ngapain, Cuma ngobrol aja kok, masa ngak boleh juga ?”
“Tetap gak boleh, karena ditakutkan ada godaan setan yang tidak disadari oleh keduanya”
Bersambung
Ku persembahkan buat Bu Kasi Disdik/Bu Mala (Bu Edi )
Ini reques cerpen islaminya ya Bucan
Semoga Ibu dan calon debaynya sehat-sehat terus ya
#TantanganGurusiana
#Cerpenku
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
Komentar
Wow, keren Bu Nani. Cerpen selalu menggugah rasa. Sukses selalu dan barakallahu fiik
Aamiin. Makasih Bunda sudah berkunjung
Waow
Terima kasih sudah berkunjung
Mantap.