Muthakin Al Maraky

Alumni Sejarah Peradaban Islam IAIN SMH Banten. Saat ini menjadi pendidik di Madrasah Tsanawiyah Al-Khairiyah Karangtengah dan relawan di Komunitas Literasi Dam...

Selengkapnya
Navigasi Web
Tangis Haru Mewarnai Kegiatan P5RA di MTs Al-Khairiyah Karangtengah
Siswa-siswi MTs Al-Khairiyah Karangtengah bersimpuh di depan Orang Tuanya

Tangis Haru Mewarnai Kegiatan P5RA di MTs Al-Khairiyah Karangtengah

Rabu pagi (20/11/2024) siswa-siswi berkumpul di lapangan utama Madrasah Tsanawiyah Al-Khairiyah Karangtengah. Namun pagi itu ada yang berbeda dengan pagi biasanya. Siswa-siswi berkumpul di lapangan ditemani dengan Ibunya.

Para siswa yang ditemani orang tuanya itu hendak mengikuti puncak kegiatan P5RA (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil'alamin). Kegiatan yang dirancang di awal semester oleh dewan guru MTs Al-Khairiyah Karangtengah itu hendak menguatkan kembali hubungan antara anak dengan orang tua.

Kegiatan P5RA di MTs Al-Khairiyah dilaksanakan dari tanggal 18 hingga 21 November 2024. Dengan mengusung tema "Bangunlah Jiwa dan Raganya" dan topik "Anak Hebat Orang Tua Naik Derajat", kegiatan P5RA dibuka langsung oleh KH. Muktillah, S.Ag., MM.Pd. selaku ketua Yayasan Banu Al-Qomar.

Pada sambutannya KH. Muktillah, S.Ag., MM.Pd. berpesan, bahwa akhlak itu sangat penting dan utama. Akhlah merupakan pondasi untuk membangun peradaban. " Posisi akhlak itu di atas ilmu," Ungkapnya.

Puncak dari kegiatan P5RA di MTs Al-Khairiyah Karangtengah yaitu sungkeman kepada orang tua. Seluruh siswa-siswi MTs Al-Khairiyah Karangtengah yang hadir bersimpuh di hadapan Ibu atau Bapaknya.

Saat salah satu guru mulai memimpin kegiatan sungkeman, diiringi dengan instrumen yang menyayat hati, satu per satu siswa mulai menangis. Tak sedikit yang langsung memeluk Ibu atau Bapaknya.

Setelah sungkeman, kemudian dilanjutkan dengan mencuci kaki Ibu. Di momen ini, para siswa mulai membersihkan kedua kaki Ibu. Mereka dengan khusu membelai dan membersihkan. Setelah itu, mereka mencium dan memeluk kaki. Tangis seorang Ibu dan anak pun pecah tak terbendung. Kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama. Ibu menyuapi anaknya, setelah itu anak menyuapi Ibunya.

Menurut salah satu dewan guru, harapan dari semua rangkaian kegiatan ini yaitu, memperkuat kembali hubungan antara anak dan orang tuanya. Bagaimanapun kunci kesuksesan kita hidup di dunia dan akhirat adalah melalui do'a orang tua.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan

Komentar




search

New Post